Masyarakat Antre Panjang, Pengencer Diduga Dipermudah! Pertamina Diminta Bongkar Dugaan Permainan Pertalite di SPBU 54.694.03

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 4 September 2026 - 23:08 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

‎Menurutnya, kondisi tersebut semakin meresahkan karena BBM yang diperoleh kemudian diduga dijual kembali secara eceran dengan harga lebih tinggi kepada masyarakat.

‎“Eceran sekarang tidak masuk akal. Meskipun pemerintah menyampaikan harga Pertalite masih stabil, kalau eceran dengan harga Rp12.000 masih dimaklumi. Tapi eceran ada yang menjual Rp13.000 hingga Rp15.000 per liter. Ini sangat keterlaluan,” tegasnya.

‎Situasi ini pun memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Jika warga harus mengantre berjam-jam untuk mendapatkan Pertalite, bagaimana BBM dalam jumlah tertentu bisa diperoleh menggunakan jeriken atau wadah lainnya dan kemudian diduga dijual kembali dengan harga lebih tinggi?.

Baca Juga :  Panitia Festival Tong-Tong Dinilai Tak Profesional, Citra Pemkab dan Bupati Sumenep Ikut Tercoreng

‎Pertanyaan tersebut dinilai perlu mendapatkan penjelasan secara transparan dari pihak SPBU maupun instansi yang memiliki kewenangan dalam mengawasi distribusi BBM.

‎Apabila benar terdapat pembelian Pertalite menggunakan jeriken secara berulang untuk kemudian dijual kembali, aktivitas tersebut patut ditelusuri dan diperiksa sesuai ketentuan yang berlaku. Terlebih jika ditemukan adanya dugaan pelanggaran mekanisme penyaluran BBM bersubsidi atau perlakuan khusus kepada pihak tertentu.

Baca Juga :  Kehadiran Perusahaan Rokok Lokal Bantu Tingkatkan Kesejahteraan Petani Tembakau di Sumenep

‎Pertamina diminta tidak menutup mata terhadap kondisi tersebut. SPBU 54.694.03 Gedungan perlu mendapatkan pemeriksaan apabila terdapat indikasi penyimpangan dalam proses penyaluran Pertalite.

‎Pemeriksaan semestinya tidak hanya berfokus pada panjangnya antrean kendaraan. Pihak berwenang juga perlu menelusuri pola transaksi, volume pembelian, mekanisme pengisian menggunakan jeriken maupun wadah lainnya, serta dugaan distribusi kembali BBM kepada pengecer.

Berita Terkait

Den Haag Hadir, Perkenalkan Cita Rasa Rokok Lokal Berkualitas
Perbankan di Sumenep Didorong Perkuat Modal Usaha dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Musim Panen Tiba, Sulaisi Serukan Perusahaan Besar Buka Pasar Tembakau Madura
Musim Panen Dimulai, Haswal Group Serap Tembakau Petani Sumenep
Tembakau Petani Madura Mulai Diburu, Aba H. Mu’min Targetkan Serapan 1.000 Ton
Jelang Panen Tembakau 2026, Pemkab Sumenep Naikkan Titik Impas Harga demi Lindungi Petani
Pemkab Sumenep Salurkan BLT DBHCHT 2026 kepada 2.600 Buruh Tembakau dan Pekerja Pabrik Rokok
Perkuat Ekonomi Daerah, PPR Sumenep Minta Industri Rokok Maksimalkan Pembelian Tembakau Lokal

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 23:08 WIB

Masyarakat Antre Panjang, Pengencer Diduga Dipermudah! Pertamina Diminta Bongkar Dugaan Permainan Pertalite di SPBU 54.694.03

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:35 WIB

Den Haag Hadir, Perkenalkan Cita Rasa Rokok Lokal Berkualitas

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:53 WIB

Perbankan di Sumenep Didorong Perkuat Modal Usaha dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:59 WIB

Musim Panen Tiba, Sulaisi Serukan Perusahaan Besar Buka Pasar Tembakau Madura

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Musim Panen Dimulai, Haswal Group Serap Tembakau Petani Sumenep

Berita Terbaru