Momen kebersamaan di depan tugu keris Sumenep itu menjadi simbol kebanggaan, bukan hanya bagi anggota Phuser Bhumi, tetapi juga bagi seluruh pecinta musik daul di Madura. Mereka berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus melestarikan kesenian tradisional daerah.
‘Musik kami bukan sekadar hiburan, tapi napas budaya Madura,” tutup Imam Syafii Wahyudi dengan penuh semangat.
Penulis : Dyt
Editor : Mufti che
Halaman : 1 2









