Hadi menegaskan, keberadaan bibit unggul sangat berpengaruh terhadap kualitas hasil panen petani. Oleh sebab itu, penggunaan benih bersertifikat dinilai menjadi kebutuhan penting dalam mendukung peningkatan sektor perkebunan di daerah.
“Jika bibit yang digunakan bagus, maka kualitas hasil perkebunan juga akan meningkat. Ini menjadi bagian penting dalam mendukung program hilirisasi yang sedang didorong pemerintah,” katanya.
Ia menambahkan, komoditas kelapa memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan bernilai tambah. Tidak hanya dijual dalam bentuk buah mentah, kelapa juga dapat diolah menjadi minyak kelapa, produk pangan, hingga kebutuhan industri lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ke depan, nilai ekonomi kelapa tidak hanya bergantung pada hasil panen mentah. Produk turunannya sangat banyak dan memiliki nilai jual tinggi. Ini yang menjadi peluang besar bagi daerah seperti Sumenep,” ungkapnya.
Selain mendukung kebutuhan bibit petani, keberadaan penangkaran bibit kelapa tersebut juga dinilai mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja dan penguatan usaha perkebunan berbasis desa.
“Harapan kami, keberadaan penangkaran ini dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan perkebunan kelapa di Sumenep,” pungkasnya.
Penulis : Day
Editor : Mufti che
Halaman : 1 2









