”Anak yang mendapat perhatian dari kedua orang tuanya, terutama ayah, cenderung memiliki rasa percaya diri yang lebih baik, lebih disiplin, serta memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi. Karena itu, gerakan seperti ini perlu terus didorong agar menjadi budaya di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap Gerakan Ayah Mengantar Anak tidak hanya menjadi kegiatan seremonial yang dilakukan pada hari pertama masuk sekolah, tetapi dapat menjadi titik awal lahirnya kesadaran para ayah untuk lebih aktif mendampingi anak dalam berbagai aktivitas pendidikan, baik di rumah maupun di sekolah.
Abd. Rahman juga mengajak seluruh orang tua di Kabupaten Sumenep untuk membangun komunikasi yang baik dengan pihak sekolah sebagai bentuk kolaborasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan kondusif bagi perkembangan anak.
”Pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Karena itu, sinergi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah harus terus diperkuat. Kehadiran ayah dalam kehidupan anak, meskipun terlihat sederhana seperti mengantar ke sekolah, sesungguhnya memiliki makna besar dalam membangun karakter, kedisiplinan, serta rasa tanggung jawab anak,” tegasnya.
Ia optimistis, apabila Gerakan Ayah Mengantar Anak dilaksanakan secara berkelanjutan dan mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat, maka akan lahir generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan di masa depan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya









