Mahasiswa Nilai Pilkada Tidak Langsung Berpotensi Pangkas Hak Politik Rakyat

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 15 Januari 2026 - 23:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Rencana mengembalikan mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) dari pemilihan langsung oleh rakyat ke sistem pemilihan melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mendapat penolakan keras dari kalangan mahasiswa.

Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Universitas Bahauddin Mudhary (UNIBA) Madura, Moh. Marwan, menilai wacana tersebut sebagai langkah mundur yang serius bagi demokrasi Indonesia. Menurutnya, gagasan itu mencederai prinsip dasar kedaulatan rakyat yang selama ini menjadi fondasi sistem demokrasi.

Baca Juga :  Diduga Tak Layak Konsumsi Menu MBG Realisasi SPPG Lebeng Timur Kembali Mengundang Amarah Wali Murid

“Demokrasi adalah perwujudan kedaulatan rakyat. Ketika hak memilih pemimpin dicabut dan dialihkan ke DPRD, itu bukan sekadar soal teknis, tetapi pengingkaran terhadap hak konstitusional rakyat,” ujar Marwan, Kamis, 15 Januari 2026.

Ia mengacu pada hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan bahwa 77,3 persen masyarakat Indonesia masih menginginkan Pilkada langsung. Data tersebut, kata Marwan, menjadi bukti kuat bahwa publik menolak pembatasan hak politik oleh kepentingan elit.

“Memaksakan Pilkada melalui DPRD sama artinya menutup partisipasi rakyat. Dampaknya, kepala daerah yang terpilih berpotensi kehilangan legitimasi moral di mata publik,” tegasnya.

Baca Juga :  Tasyakuran Dua Tokoh NU Gelar Pahlawan Nasional, M. Muhri Jalin Silaturahmi dengan Tokoh Agama Dasuk

Marwan juga mencurigai wacana tersebut tidak lepas dari kepentingan oligarki politik. Ia menilai alasan efisiensi anggaran dan pencegahan polarisasi yang sering disampaikan tidak menyentuh akar persoalan demokrasi.

“Dalih efisiensi dan polarisasi itu terlalu dangkal. Kegaduhan politik bukan kesalahan rakyat, melainkan kegagalan partai politik dalam membangun kader yang berkualitas,” katanya.

Berita Terkait

DPRD Sumenep Soroti Program MBG: Dugaan Makanan Tak Layak dan 90% Lokasi Tanpa IPAL
Tasyakuran Dua Tokoh NU Gelar Pahlawan Nasional, M. Muhri Jalin Silaturahmi dengan Tokoh Agama Dasuk
Momentum Hari Jadi Sumenep ke-756, Ketua Komisi III: Refleksi dan Motivasi Untuk Memperkuat Pembangunan Daerah 

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 11:39 WIB

DPRD Sumenep Soroti Program MBG: Dugaan Makanan Tak Layak dan 90% Lokasi Tanpa IPAL

Kamis, 15 Januari 2026 - 23:44 WIB

Mahasiswa Nilai Pilkada Tidak Langsung Berpotensi Pangkas Hak Politik Rakyat

Minggu, 16 November 2025 - 18:54 WIB

Tasyakuran Dua Tokoh NU Gelar Pahlawan Nasional, M. Muhri Jalin Silaturahmi dengan Tokoh Agama Dasuk

Jumat, 31 Oktober 2025 - 15:51 WIB

Momentum Hari Jadi Sumenep ke-756, Ketua Komisi III: Refleksi dan Motivasi Untuk Memperkuat Pembangunan Daerah 

Berita Terbaru