Quovadis Ahli Gizi dalam MBG

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 8 November 2025 - 10:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ni Ketut Aryastami Peneliti Ahli Utama, Deputi Kebijakan Riset dan Inovasi BRIN

Ni Ketut Aryastami Peneliti Ahli Utama, Deputi Kebijakan Riset dan Inovasi BRIN

Jatimkita.id – Makanan Bergizi Gratis menjadi salah satu topik aktual yang ramai diperbincangkan di Masyarakat dan media sosial. Makanan bergizi memiliki filosofi penting dalam upaya mencetak Generasi Emas.

Kebijakan Makanan Bergizi Gratis dilaksanakan sebagai wujud janji politik Presiden yang diturunkan melalui Perpres 83/2024 tentang Badan Gizi Nasional (BGN).

BGN bertugas melaksanakan pemenuhan gizi nasional termasuk pelaksanaan dukungan yang bersifat substantif kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Badan Gizi Nasional.

Malnutrisi dan Masalah Bangsa Gizi merupakan kebutuhan dasar setiap mahluk hidup. Kebutuhan gizi dapat dipenuhi dengan asupan makanan sebagai zat gizi makro, yang mengandung karbohidrat, protein dan lemak dan mengikat zat gizi mikro berupa vitamin, mineral dan trace element.

Baca Juga :  Dosa Satu Tahun Kepemimpinan Bupati Fauzi Wongsojudo.

Malnutrisi adalah sebuah kondisi salah gizi, yang bisa muncul sebagai kurang gizi (stunting dan wasting), gizi lebih (gemuk dan obesitas), atau defisiensi gizi (kurang vitamin/mineral). Masalah gizi berdampak pada status Kesehatan penduduk dan terutama pada indeks daya saing (IDS) bangsa.

Baca Juga :  Ketika MK Mengingatkan Republik: Polisi, Kekuasaan Sipil, dan Batas-Batas Konstitusi yang Dilanggar

Terkait IDS, kanal CNBC menyebutkan tahun 2016 Indonesia masuk peringkat 48 dan menjadi peringkat 32 tahun 2019, namun turun peringkat 40 pada tahun 2020. Hal ini tentu tidak secara langsung berkaitan dengan masalah gizi, tetapi masalah ekonomi dan lain-lain. Namun gizi sebagai fondasi Kesehatan memiliki andil besar seperti yang sudah sering dikaji dalam literatur ilmiah. Berbagai kebijakan dan program telah dikembangkan di Indonesia terkait gizi.

Penulis : Ni Ketut Aryastami

Editor : Mufti Che

Sumber Berita: SINDOnews

Berita Terkait

Antrean BBM di Sumenep: Ketika Masyarakat Membayar dengan Waktu dan Uang
Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Kurban Iduladha 2026: Jangan Sampai Dana Negara dan BUMN Menjadi Alat Politik di Madura
Kabar Baru: Rampok Bernama Edi Junaidi
Dosa Satu Tahun Kepemimpinan Bupati Fauzi Wongsojudo.
Catatan Kritis Untuk Penyiaran RRI Sumenep
SPPG Bermasalah, Kritik Dibungkam: SPPI Sumenep Dinilai Tak Serius Tangani MBG
Program Mulia Prabowo dan Etika yang Terluka di Panggung Kekuasaan SPPG Guluk-guluk

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 12:35 WIB

Antrean BBM di Sumenep: Ketika Masyarakat Membayar dengan Waktu dan Uang

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:57 WIB

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:01 WIB

Kurban Iduladha 2026: Jangan Sampai Dana Negara dan BUMN Menjadi Alat Politik di Madura

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:25 WIB

Kabar Baru: Rampok Bernama Edi Junaidi

Jumat, 20 Februari 2026 - 22:26 WIB

Dosa Satu Tahun Kepemimpinan Bupati Fauzi Wongsojudo.

Berita Terbaru