“Kompetisi ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa anak-anak Sumenep, baik di wilayah daratan maupun kepulauan, memiliki potensi luar biasa di bidang sains dan matematika,” kata Agus Dwi Saputra.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berkomitmen untuk memperkuat pemerataan mutu pendidikan dan memperluas akses pembinaan akademik hingga ke daerah-daerah terpencil.
“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak kepulauan punya kesempatan yang sama untuk berprestasi. Mereka bukan hanya kebanggaan sekolahnya, tapi juga kebanggaan Kabupaten Sumenep,” jelasnya.
Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Sumenep, Ardiansyah Ali Shochibi, S.T., M.T., menjelaskan bahwa ISCO MIPA tidak hanya bertujuan menemukan juara, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir kritis, sistematis, dan percaya diri siswa sejak dini.
“Ajang seperti ini bukan sekadar lomba akademik, tapi juga ruang pembentukan karakter ilmiah. Siswa belajar bersikap terbuka terhadap tantangan dan terus berinovasi,” ujarnya.
Sementara itu, Ahmad Rasul Hariz, S.Sos., M.M.Pd., selaku analis kegiatan, menilai ISCO MIPA 2025 sebagai refleksi nyata dari kemajuan pendidikan di Sumenep, terutama di kepulauan yang kini semakin aktif berkompetisi.
“Selama ini banyak yang memandang anak-anak kepulauan sulit bersaing karena keterbatasan fasilitas. Tapi melalui ISCO MIPA 2025, mereka membuktikan bahwa semangat dan tekad bisa menembus batas,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras bersama antara guru, kepala sekolah, dan peserta didik yang tanpa henti berlatih dan berkomitmen pada mutu pembelajaran.
Penulis : Dyt
Editor : Mufti Che
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya









