Narasi yang berkembang di masyarakat juga penting dipahami sebagai bagian dari dinamika sosial yang lebih luas. Ketika para relawan dan pekerja lapangan memiliki harapan terhadap pengakuan formal, sementara sektor lain yang lebih lama berjuang belum mendapatkan pengakuan serupa, hal ini mencerminkan akumulasi persepsi ketidakadilan dalam tata pemerintahan dan kebijakan ketenagakerjaan nasional.
Kejelasan mengenai siapa yang akan diangkat menjadi PPPK melalui skema resmi harus selalu dilandasi pada kebutuhan profesionalisme serta kapasitas teknis jabatan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Kebijakan ini juga sejalan dengan upaya menjaga standar kualitas layanan program Makan Bergizi Gratis sekaligus memastikan jalur pengangkatan melalui seleksi yang sah dan adil.
Akhirnya, klarifikasi BGN membuka ruang refleksi lebih luas tentang bagaimana negara menyeimbangkan antara kebutuhan operasional program sosial dengan aspirasi dan ekspektasi publik terkait status kerja dan pengakuan profesional. Tanpa komunikasi yang transparan dan kepastian regulasi yang jelas, setiap kebijakan baru berpotensi menjadi sumber kegaduhan, bukan solusi.









