Pihak madrasah menilai jika program ini benar-benar ditujukan untuk menunjang tumbuh kembang dan konsentrasi belajar siswa, maka kualitas, kecukupan gizi, dan variasi menu seharusnya menjadi prioritas mutlak, bukan sekadar formalitas distribusi.
Mereka juga mempertanyakan pengawasan dari instansi terkait di tingkat daerah hingga pusat agar program yang menggunakan anggaran negara tidak menyimpang dari tujuan awalnya.
Yayasan dilakukan audit dan evaluasi menyeluruh agar program yang seharusnya mulia ini tidak berubah menjadi polemik dan merusak kepercayaan masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPPG Yayasan Al Azhar Prenduan belum memberikan keterangan resmi terkait protes tersebut.
Halaman : 1 2









