Sumenep, Jatimkita.id – Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Pakondang, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep mulai jadi perbincangan di semua kalangan. Akibat tindakan seorang oknum ketua kelompok PKH diduga melakukan praktik pemotongan hingga jutaan rupiah.
Nama Rahema yang disebut-sebut oleh warga menjadi ketua kelompok PKH, diduga menguasai kartu ATM dan PIN milik sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Ia dituding sudah melakukan praktik untuk memperkaya diri.
Praktik itu kabarnya telah berlangsung lama. Hingga Penerima Manfaat di Desa Pakondang mengaku dirugikan akibat uang yang cair tidak semua dengan dana yang masuk.
Oknum ketua dari PKH ini menggunakan posisinya untuk memuluskan niat buruknya, bantuan yang seharusnya diterima utuh oleh keluarga miskin justru berkurang hingga jutaan rupiah.
“Kami disuruh serahkan ATM sama PIN, katanya biar mudah dicairkan. Kalau menolak, kami diancam bisa dikeluarkan dari PKH,” kata salah satu KPM yang meminta identitasnya dirahasiakan, Jumat (8/11/2025).
Sejumlah warga mulai curiga ketika jumlah uang yang diterima tidak sebanding dengan nilai bantuan yang masuk ke rekening. Setelah dicek di bank, perbedaan itu ternyata mencolok.
Salah satu penerima, SM, mengaku hanya menerima Rp800 ribu untuk periode September hingga November 2025. Padahal, data rekening menunjukkan bantuan yang masuk sebesar Rp3,45 juta.
Kondisi serupa dialami HN, yang hanya memperoleh Rp1,2 juta, sementara rekeningnya tercatat menerima Rp2,55 juta.
“Uang dikasihkan langsung oleh ketua kelompok (Rahema). Kami tidak pernah pegang struk ATM. Setelah dicek, ternyata bantuannya jauh lebih besar,” ujar HN saat ditemui di rumahnya.
Penulis : Dyt
Editor : Mufti Che
Halaman : 1 2 Selanjutnya









