Kuasai ATM dan PIN Milik Salah Satu Warga Pakondang, Rahema Sebagai Ketua Kelompok Diduga Melakukan Pemotongan Bantuan PKH

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 9 November 2025 - 08:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Jatimkita.id – Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Pakondang, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep mulai jadi perbincangan di semua kalangan. Akibat tindakan seorang oknum ketua kelompok PKH diduga melakukan praktik pemotongan hingga jutaan rupiah.

Nama Rahema yang disebut-sebut oleh warga menjadi ketua kelompok PKH, diduga menguasai kartu ATM dan PIN milik sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Ia dituding sudah melakukan praktik untuk memperkaya diri.

Praktik itu kabarnya telah berlangsung lama. Hingga Penerima Manfaat di Desa Pakondang mengaku dirugikan akibat uang yang cair tidak semua dengan dana yang masuk.

Baca Juga :  Skema Gelap Dugaan Pemotongan Bansos PKH di Pakondang Terbongkar, Seruan Penindakan Hukum Kian Menguat

Oknum ketua dari PKH ini menggunakan posisinya untuk memuluskan niat buruknya, bantuan yang seharusnya diterima utuh oleh keluarga miskin justru berkurang hingga jutaan rupiah.

“Kami disuruh serahkan ATM sama PIN, katanya biar mudah dicairkan. Kalau menolak, kami diancam bisa dikeluarkan dari PKH,” kata salah satu KPM yang meminta identitasnya dirahasiakan, Jumat (8/11/2025).

Sejumlah warga mulai curiga ketika jumlah uang yang diterima tidak sebanding dengan nilai bantuan yang masuk ke rekening. Setelah dicek di bank, perbedaan itu ternyata mencolok.

Baca Juga :  Eks KPM Desa Pakondang Siap Jadi Saksi dan akan Bongkar Dugaan Pemotongan Sesuai Data Miliknya

Salah satu penerima, SM, mengaku hanya menerima Rp800 ribu untuk periode September hingga November 2025. Padahal, data rekening menunjukkan bantuan yang masuk sebesar Rp3,45 juta.

Kondisi serupa dialami HN, yang hanya memperoleh Rp1,2 juta, sementara rekeningnya tercatat menerima Rp2,55 juta.

“Uang dikasihkan langsung oleh ketua kelompok (Rahema). Kami tidak pernah pegang struk ATM. Setelah dicek, ternyata bantuannya jauh lebih besar,” ujar HN saat ditemui di rumahnya.

Penulis : Dyt

Editor : Mufti Che

Berita Terkait

Proyek Siluman Kembali Gentayangan di Desa Meddelan
Pengakuan Plin-plan Kepala SPPG Jambu Soal Sertifikat, Dapur MBG Terancam Langgar Aturan
Dana BUMDes Diduga Dibancak, Kades Meddelan Bungkam dan Blokir Wartawan
Ngaku Sesuai SOP ke Media, Kepala SPPG Legung Barat Akui Sertifikat Belum Lengkap
SPPG Saronggi Dinilai Abaikan Standar, Menu Bermasalah Dipertanyakan: Klaim SOP Berbanding Terbalik dengan Fakta Lapangan
SPPG Rubaru Sertifikasi Bermasalah, Holik Klaim Hanya Fasilitator dan Tak Tahu Apa-apa
Diduga Sajikan Ayam Setengah Matang, Program MBG di Pragaan Bikin Siswa Diare
Menu Bermasalah Terungkap, Kepala SPPG Jambu Tak Mampu Paparkan Sertifikasi Dapur

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 14:43 WIB

Proyek Siluman Kembali Gentayangan di Desa Meddelan

Minggu, 25 Januari 2026 - 11:35 WIB

Pengakuan Plin-plan Kepala SPPG Jambu Soal Sertifikat, Dapur MBG Terancam Langgar Aturan

Jumat, 23 Januari 2026 - 23:04 WIB

Dana BUMDes Diduga Dibancak, Kades Meddelan Bungkam dan Blokir Wartawan

Jumat, 23 Januari 2026 - 14:18 WIB

Ngaku Sesuai SOP ke Media, Kepala SPPG Legung Barat Akui Sertifikat Belum Lengkap

Jumat, 23 Januari 2026 - 12:30 WIB

SPPG Saronggi Dinilai Abaikan Standar, Menu Bermasalah Dipertanyakan: Klaim SOP Berbanding Terbalik dengan Fakta Lapangan

Berita Terbaru

Hukum

Proyek Siluman Kembali Gentayangan di Desa Meddelan

Minggu, 25 Jan 2026 - 14:43 WIB