SUMENEP, Jatimkita.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, kembali menuai sorotan. Sejumlah wali murid mengeluhkan kualitas makanan yang dibagikan kepada siswa, yang diduga berbau dan tidak layak konsumsi.
Keluhan tersebut mencuat di kolom komentar akun TikTok @SPPG LEBENG TIMUR SUMENEP, setelah unggahan terkait distribusi MBG dipublikasikan. Para wali murid menyampaikan kekecewaan mereka secara terbuka.
Salah satu wali murid, Ilhafa Rusiana, menuliskan keluhannya, “Kecewa banget. Tolong lebih diperhatikan sebelum didistribusikan. Sudah dikirim tapi tidak dimakan karena basi atau bau. Katanya ayamnya berbau menyengat. Kasihan anak-anak, ingin dapat makanan bergizi malah seperti ini,” jelasnya.
Keluhan serupa disampaikan oleh wali murid lain. Muharrofah menegaskan pentingnya kelayakan makanan sebelum dibagikan ke sekolah. “Ayamnya bau dan basi. Tolong pastikan makanan benar-benar layak konsumsi sebelum didistribusikan,” tulisnya.
Sorotan juga datang dari akun Diqi Al Qatar yang menyinggung kualitas dan kebersihan makanan. “Kualitas dan kebersihan makanan harap dijaga. Jangan hanya fokus pada komentar yang tidak sesuai ekspektasi. Kasihan anak-anak sekolah,” ujarnya.
Namun, respons dari akun resmi @SPPG LEBENG TIMUR SUMENEP justru memicu reaksi lanjutan. Akun tersebut menanggapi salah satu komentar dengan pernyataan singkat, “Jangan terlalu diam, Bu. Kalau kecewa tidak baik juga,” paparnya.
Balasan tersebut dinilai tidak menjawab substansi keluhan wali murid dan menimbulkan pertanyaan terkait komitmen pengelola SPPG Lebeng Timur, yang dikelola oleh Yayasan Matlabul Ulum, dalam menjamin kualitas dan keamanan makanan Program MBG.
Halaman : 1 2 Selanjutnya









