Sumenep, Jatimkita.Id – Kabar baru terkait dugaan penyimpangan dana Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Sumenep kembali semakin terkuak dengan adanya fakta baru.
Hal tersebut dengan adanya kesaksian dari sejumlah warga Desa Pakondang, Kecamatan Rubaru, yang mengaku bantuan mereka Diduga dipotong oleh Ketua Kelompok PKH setempat sejak tahun 2023.
Dengan alasan mempermudah pencairan, Rahema, Ketua Kelompok PKH Desa Pakondang. Berdasarkan pengakuan warga, sering disebut telah menguasai kartu ATM dan nomor PIN penerima manfaat sejak awal program berjalan.
Namun di balik alasan tersebut, muncul dugaan kuat adanya pemotongan dana secara sepihak yang telah berlangsung lebih dari satu tahun.
Salah satu warga, Inisial MK, mantan penerima manfaat PKH asal Dusun Pakondang Daya, mengungkapkan bahwa sejak pertama kali menerima bantuan, dirinya tidak pernah menarik uangnya sendiri.
“Sejak awal saya jadi penerima PKH, semua ATM dan PIN kami dikumpulkan oleh Bu Rahema. Waktu pencairan, saya hanya diberi Rp1,4 juta, padahal seharusnya Rp2 juta. Jadi ada Rp600 ribu yang hilang,” ujar MK kepada Tim Media ini, Senin (10/11/2025).
Dalam kasus ini, ia bukan hanya menyampaikan narasi panjang yang hanya mengundang kecurigaan, akan tetapi siap memberikan kesaksian sesuai bukti berupa print out buku rekening yang menunjukkan adanya dua kali transaksi penarikan dalam satu hari pada waktu pencairan bantuan.
“Buku rekening saya tertulis jelas dua kali penarikan di tanggal yang sama. Jadi tidak mungkin uang saya tertukar dengan orang lain seperti alasan yang sering disampaikan Bu Rahema,” ungkapnya.
Penulis : Dyt
Editor : Mufti che
Halaman : 1 2 Selanjutnya









