Disuspend Tak Bikin Jera, Menu Aneh MBG SPPG Yayasan Tarbiyatus Shibyan Dungkek Kini Tidak Dimakan Siswa

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 1 April 2026 - 22:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ini bukan sekadar soal selera. Ini adalah kegagalan memahami prinsip dasar program itu sendiri.

Dalam SK Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Juknis Tata Kelola MBG, secara jelas ditegaskan bahwa makanan tidak hanya harus memenuhi standar gizi dan keamanan, tetapi juga harus dapat diterima oleh penerima manfaat . Artinya sederhana: kalau anak tidak mau makan, maka program itu gagal sekeras apa pun klaim “bergizi”-nya.

Makanan yang tidak menarik hingga ditolak siswa bukan hanya masalah estetika, tetapi bukti lemahnya perencanaan menu dan kontrol kualitas di tingkat SPPG. Ini menunjukkan bahwa aspek paling mendasar bagaimana membuat makanan layak dan diminati anak tidak dipahami atau diabaikan.

Baca Juga :  Nama Kepala Diskominfo Sumenep Muncul dalam Kutipan BAP Kasus Dugaan Korupsi BSPS 2024

Lebih ironis lagi, ini terjadi pada SPPG yang sebelumnya sudah bermasalah dalam aspek sanitasi. Dari tidak memenuhi standar kesehatan, kini bergeser ke kegagalan penyajian. Pola ini memperlihatkan masalah yang lebih dalam: bukan sekadar teknis, tetapi menyangkut kompetensi dan keseriusan pengelola.

Baca Juga :  Ayo! Mengenal Tradisi Ngin-angin di Kabupaten Sumenep 

Juknis juga menegaskan bahwa SPPG bertanggung jawab penuh atas seluruh proses, mulai dari perencanaan menu, pengolahan, hingga penyajian makanan yang berkualitas dan aman. Jika hasil akhirnya justru ditolak siswa, maka tanggung jawab itu jelas tidak dijalankan dengan baik.

Yang lebih mengkhawatirkan, kondisi ini berpotensi menjadi pemborosan anggaran negara. Makanan tetap diproduksi, distribusi tetap berjalan, tetapi tidak dikonsumsi. Program yang seharusnya memperbaiki gizi justru berubah menjadi aktivitas seremonial tanpa dampak nyata.

Berita Terkait

IWO Sumenep Ultimatum Disdik dan Kemenag: Segera Terbitkan Surat Edaran, Hentikan Intimidasi Guru Saat Pendistribusian MBG
Disuspend Tak Membuat Jera: SPPG Lenteng Timur 3 Kembali Diduga Langgar Juknis, MBG Datang Saat Sekolah Kosong
Somasi Tak Digubris, Pemilik Akun TikTok @Juan Kurniawan Resmi Dilaporkan ke Polres Sumenep
Pasca Disuspend BGN, MBG SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kembali Disorot: Menu Minim, Transparansi Dipertanyakan
Sekolah Sudah Banyak Libur, MBG Baru Mau Dibagikan: Koordinasi SPPG Pakamban Laok 2 Dikritik
Diduga Hina Profesi Jurnalis, Akun Tik Tok @Juan Kurniawan Diminta Klarifikasi Terbuka atau Siap Hadapi Proses Hukum
Menu MBG SPPG Darul Arqom Diduga Busuk Lolos Distribusi, Warga Meminta BGN dan Korwil Sumenep Segera Mengambil Tindakan Tegas
Skandal Dugaan Setoran PKBM Garut Mencuat, Dana Diduga Mengalir ke Tipikor

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 22:54 WIB

Disuspend Tak Bikin Jera, Menu Aneh MBG SPPG Yayasan Tarbiyatus Shibyan Dungkek Kini Tidak Dimakan Siswa

Rabu, 1 April 2026 - 00:26 WIB

IWO Sumenep Ultimatum Disdik dan Kemenag: Segera Terbitkan Surat Edaran, Hentikan Intimidasi Guru Saat Pendistribusian MBG

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:08 WIB

Disuspend Tak Membuat Jera: SPPG Lenteng Timur 3 Kembali Diduga Langgar Juknis, MBG Datang Saat Sekolah Kosong

Kamis, 12 Maret 2026 - 14:32 WIB

Somasi Tak Digubris, Pemilik Akun TikTok @Juan Kurniawan Resmi Dilaporkan ke Polres Sumenep

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:19 WIB

Pasca Disuspend BGN, MBG SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kembali Disorot: Menu Minim, Transparansi Dipertanyakan

Berita Terbaru