SUMENEP, Jatimkita.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, kembali menjadi sorotan keras publik. Kali ini, perhatian tertuju pada menu yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jadung yang dikelola Yayasan Tarbiyatus Shibyan, Rabu (1/4/2026).
Sorotan ini bukan tanpa latar belakang. SPPG tersebut sebelumnya telah disanksi penghentian operasional oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebuah langkah yang seharusnya menjadi peringatan keras, bukan sekadar formalitas administratif.
Dalam surat Nomor 841/D.TWS/03/2026 tertanggal 10 Maret 2026, ditegaskan bahwa sejumlah SPPG dihentikan karena belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta tidak dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), meski telah beroperasi lebih dari 30 hari. Artinya, dari aspek paling mendasar kelayakan sanitasi dan standar kesehatan sudah gagal dipenuhi.
Namun yang terjadi hari ini justru lebih memprihatinkan. Setelah diberi kesempatan kembali beroperasi, persoalan kembali muncul kali ini dari sisi kualitas penyajian makanan yang secara nyata ditolak oleh siswa.
Dalam gambar yang beredar, menu MBG terlihat terdiri dari nasi berwarna kebiruan, telur goreng, tahu, serta buah dan sayur. Secara komposisi mungkin terlihat “lengkap”, tetapi dalam praktiknya gagal total dari sisi penerimaan.
“Saya lihat sendiri anak saya ragu makan, mungkin karena warna nasinya tidak seperti biasanya,” ujar salah satu wali murid.
Keluhan serupa bahkan lebih tegas muncul di media sosial. “Besok nasinya bisa berubah warna lagi. Anakku gak mau makan katanya aneh,” tulis wali murid berinisial SH.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya









