“Ini bukan soal hubungan baik dengan sekolah, tapi soal anak-anak yang sakit. MBG itu untuk kesehatan, bukan malah bikin diare,” ujar salah satu wali murid yang berinisial MF.
Wali murid juga menilai bahwa tidak adanya penjelasan terbuka dari pihak SPPG menunjukkan lemahnya komitmen terhadap prinsip keamanan pangan. Hingga kini, tidak ada keterangan resmi mengenai standar pengolahan makanan, mekanisme pengawasan, maupun langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
Kasus ini menimbulkan pertanyaan serius terkait pengawasan pelaksanaan MBG di SPPG Pakamban Laok 2, serta membuka dugaan bahwa program nasional tersebut tidak dijalankan sesuai aturan teknis.
Masyarakat mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SPPG Pakamban Laok 2, serta memastikan ada pertanggungjawaban jelas atas dampak kesehatan yang dialami siswa dan guru. Program MBG dinilai tidak boleh dijalankan secara asal, apalagi hingga mengorbankan keselamatan penerima manfaat.
Halaman : 1 2









