SUMENEP, Jatimkita.id – Dugaan bermasalahnya Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh SPPG Pakamban Laok 2, di bawah pengelolaan Yayasan Bumi Asfan Abadi, kian menguat. Tidak hanya siswa, sejumlah guru di Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dilaporkan turut mengalami diare setelah mengonsumsi menu MBG yang sama.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 21 Januari 2026. Berdasarkan penelusuran Seputar Jatim, seorang guru yang enggan disebutkan namanya mengaku mengalami gangguan pencernaan serius usai menyantap MBG yang dibagikan di sekolah.
Guru tersebut menduga menu ayam bakar yang disajikan dalam paket MBG berada dalam kondisi kurang matang. Ia menilai hal itu sebagai penyebab utama diare yang dialami siswa maupun guru.
“Tidak hanya siswa yang mencret, guru juga mengalami hal yang sama. Guru kan juga menerima MBG,” ujarnya, Kamis (29/1/2026).
Ia mengungkapkan, awalnya tidak langsung mengaitkan gangguan kesehatan yang dialaminya dengan makanan tersebut. Namun, setelah muncul pemberitaan mengenai sejumlah siswa yang mengalami diare, barulah ia menyadari adanya keterkaitan dengan MBG yang dikonsumsi.
“Saya sampai bolak-balik ke WC. Baru sadar setelah membaca berita siswa mencret. Ternyata setelah makan MBG itu, ayamnya memang terasa kurang matang,” tuturnya.
Kondisi ini memicu kekhawatiran serius di kalangan guru dan wali murid. Pasalnya, program MBG seharusnya melalui proses pengolahan yang memenuhi standar keamanan pangan, mengingat makanan tersebut dikonsumsi langsung oleh siswa dan tenaga pendidik.
Halaman : 1 2 Selanjutnya









