PPPK SPPG dan Keadilan Kebijakan Publik

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 15 Januari 2026 - 16:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Jatimkita.id – Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa tidak semua pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dalam Program Makan Bergizi Gratis dapat otomatis diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. Klarifikasi ini membuka debat lebih luas tentang rasa keadilan publik, keterbatasan tata kelola sumber daya manusia negara, dan harapan perlakuan setara bagi tenaga yang lama berkontribusi di sektor vital lainnya.

Badan Gizi Nasional mengeluarkan klarifikasi tegas bahwa ketentuan pengangkatan pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja dalam Program Makan Bergizi Gratis tidak berlaku bagi semua pegawai ataupun relawan di lapangan. Penegasan ini muncul sebagai respons terhadap penafsiran keliru masyarakat atas Pasal 17 Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang tata kelola Program Makan Bergizi Gratis.

Baca Juga :  Pasca Disuspend BGN, MBG SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kembali Disorot: Menu Minim, Transparansi Dipertanyakan

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, secara terbuka menyatakan bahwa ketentuan dalam pasal itu hanya berlaku bagi pegawai inti dengan fungsi teknis dan administratif strategis seperti kepala unit SPPG, ahli gizi, dan akuntan. Di luar posisi tersebut termasuk relawan dan tenaga pendukung lainnya, ketentuan PPPK tidak berlaku. Pernyataan ini dikonfirmasi untuk meluruskan ekspektasi dan mempertegas batasan dalam pelaksanaan kebijakan.

Baca Juga :  SPPG Karangnangka Sumenep Meraih Penghargaan Dapur Terbaik dari Badan Gizi Nasional RI 

Klarifikasi tersebut penting karena publik telah memperluas tafsir terhadap pasal itu menjadi semacam janji pengangkatan bagi seluruh personel SPPG. BGN berupaya mencegah ekspektasi yang tidak realistis sehingga berpotensi menimbulkan kekecewaan di kalangan relawan dan pekerja lapangan yang terlibat dalam pelaksanaan program.

Berita Terkait

Bupati Sumenep Kawal Langsung Penguatan Transportasi Laut untuk Masyarakat Kepulauan
Lawan Mafia Pangan, Kementan Tegaskan Komitmen Lindungi Petani dan Konsumen
SPPG Karangnangka Sumenep Meraih Penghargaan Dapur Terbaik dari Badan Gizi Nasional RI 
Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026
Diduga Abaikan Standar Sanitasi Program Makan Bergizi Gratis, Badan Gizi Nasional Suspensi Sepuluh SPPG di Sumenep 
Pemerintah Tutup Sementara SPPG Bermasalah, Keselamatan Anak Jadi Prioritas Utama
Lonjakan Kasus Korupsi Kades Meledak: Kejagung Catat 489 Kasus dalam 6 Bulan, Tertinggi dalam Tiga Tahun
Kementerian ATR/BPN Gandeng KPK Perkuat Jajaran Dalam Pencegahan Korupsi dan Perilaku Misconduct
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:06 WIB

Bupati Sumenep Kawal Langsung Penguatan Transportasi Laut untuk Masyarakat Kepulauan

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:26 WIB

Lawan Mafia Pangan, Kementan Tegaskan Komitmen Lindungi Petani dan Konsumen

Rabu, 15 April 2026 - 21:08 WIB

SPPG Karangnangka Sumenep Meraih Penghargaan Dapur Terbaik dari Badan Gizi Nasional RI 

Kamis, 19 Maret 2026 - 20:41 WIB

Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026

Rabu, 11 Maret 2026 - 15:35 WIB

Diduga Abaikan Standar Sanitasi Program Makan Bergizi Gratis, Badan Gizi Nasional Suspensi Sepuluh SPPG di Sumenep 

Berita Terbaru