Sumenep, Jatimkita — Tahun 2025 menjadi babak baru bagi perkembangan ekonomi Kabupaten Sumenep, Madura. Di tengah kembali normalnya aktivitas masyarakat, perekonomian daerah justru menunjukkan percepatan yang lebih kuat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Geliat pasar semakin terasa, arus barang berjalan lebih lancar, dan pelaku usaha kecil kembali menggeliat setelah sempat mengalami perlambatan. Situasi ini menandai bahwa roda ekonomi masyarakat mulai bergerak stabil.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai 6,46 persen pada Triwulan I 2025 dan tetap solid di 5,50 persen pada Triwulan II. Capaian tersebut jauh melampaui target RPJMD yang hanya mematok pertumbuhan 4 persen.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep, Arif Firmanto, menegaskan bahwa torehan tersebut bukan hanya gambaran statistik semata, melainkan bukti bahwa ekonomi masyarakat betul-betul bergerak.
“Usaha mikro mulai bangkit, pertanian dan perikanan meningkat, pariwisata semakin ramai. Ini menunjukkan kebijakan penguatan sektor unggulan mulai memberikan hasil nyata,” ujarnya, Jumat (21/11/2025).
Menurutnya, tingginya pertumbuhan di Triwulan I dipicu meningkatnya konsumsi rumah tangga dan aktivitas distribusi barang menjelang Ramadan dan Idulfitri. Sementara perlambatan kecil pada Triwulan II merupakan kondisi alamiah pascapanen serta efek fluktuasi harga komoditas.
Arif juga menyoroti pentingnya konsistensi kerja bersama, mengingat Sumenep memiliki tantangan geografis berupa wilayah kepulauan yang luas dan kebutuhan logistik yang beragam.
Halaman : 1 2 Selanjutnya









