Pamekasan, Jatimkita.id – Dari sebuah kawasan industri di Kabupaten Pamekasan, Madura, geliat besar dunia ekspor kembali terasa. PT Empat Sekawan Mulia (ESM) resmi mengirimkan 20 juta batang rokok Sigaret Putih Mesin (SPM) ke Filipina, sebuah pencapaian yang menempatkan Madura semakin tegas dalam percaturan industri tembakau global.
Prosesi pelepasan ekspor yang mengambil tema “Pamekasan Menembus Dunia” digelar dengan suasana penuh optimisme. Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman hadir langsung menyaksikan langkah penting tersebut bersama jajaran direksi PT ESM dan sejumlah pejabat daerah. Tema itu tidak sekadar menjadi slogan seremonial, melainkan wujud tekad daerah untuk membuka pintu lebih lebar menuju pasar internasional.
Direktur PT ESM, H. Suhaydi (H. Edy), menjelaskan bahwa keberhasilan ekspor ini bertumpu pada satu hal: keunggulan tembakau Madura yang sudah lama diakui dunia.
“Tembakau Madura punya karakter yang tidak dimiliki daerah lain. Aroma, tekstur, dan kualitasnya mampu menjawab kebutuhan pasar global. Ekspor 20 juta batang ini adalah bukti bahwa potensi lokal kita tidak kalah dari negara lain,” ungkapnya.
Menurut H. Edy, pencapaian tersebut lahir dari perjalanan panjang—pembinaan petani, penerapan standar produksi, serta pemenuhan regulasi ekspor yang semakin ketat.
“Global market menuntut konsistensi. Kami ingin menunjukkan bahwa Pamekasan mampu,” katanya tegas.
Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman memandang ekspor tersebut sebagai momentum penting bagi transformasi ekonomi daerah. Ia menilai, keberhasilan PT ESM bukan hanya prestasi perusahaan, tetapi juga kabar baik bagi petani tembakau dan seluruh pelaku industri terkait.
Halaman : 1 2 Selanjutnya









