Diduga tidak Sesuai Standar Menu, Dapur MBG di Pragaan Tuai Protes dari Berbagai Kalangan

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 12 November 2025 - 19:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Jatimkita.id – Dapur MBG di Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tuai protes dari berbagai kalangan. Karena diduga menyajikan MBG tidak sesuai standar menu, karena terbukti gagal memenuhi hak anak atas pangan bergizi dan sehat.

Program prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto seharusnya dilaksanakan secara baik bukan menjadi ladang bisnis para oknum

Anggaran untuk makan bergizi gratis (MBG) 2025 dipatok sebesar Rp71 triliun, untuk memberi makan 82,9 juta orang anak sekolah dan ibu hamil.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto, menargetkan setiap anak berhak menerima MBG senilai Rp15 ribu per porsi.

Namun, kemudian presiden memangkasnya menjadi hanya Rp10 ribu per porsi yang diberikan setiap hari, kecuali hari libur.

Berdasarkan fakta dilapangan tidak semua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyajikan MBG sesuai aturan pemerintah.

“Dari kemarin, memang kami pantau terus MBG ini, sudah hampir dua minggu menu makanan yang diberikan tidak sesuai. Seperti yang terjadi hari ini, lauknya hanya tahu saja. Dan porsi nasi dan buah malah minim, kadang ada buah yang busuk,” ucap salah satu Guru di Kecamatan Pragaan, berinisial HN, Rabu (12/11/2025).

Baca Juga :  Kapan Akan Dilakukan Penindakan? Mr. Ball Diduga Jadi Tempat Pesta Miras, Pemkab dan DPRD Sumenep Dinilai Hanya Fokus Pencitraan 

“Itu penampakan makan bergizi dua porsi yang disatukan dengan lauk pentol bakso,” ujarnya lagi.

Ia pun menilai standar gizi yang diberikan kepada siswa tidak ideal. Untuk itu, pihaknya menolak dengan adanya MBG apabila menu yang dipilih tidak memenuhi kriteria pemenuhan gizi yang seimbang.

Pihaknya juga mendesak pemerintah agar pengelolaan menu harus memperhatikan kombinasi gizi yang seimbang, bukan sekadar memenuhi selera anak.

Penulis : Dyt

Editor : Mufti Che

Berita Terkait

THM Mr. Ball Sumenep Kembali Disorot, Event DJ Tetap Digelar di Tengah Polemik
Kepala SPPG Pakamban Laok 2 Bungkam, Yayasan Ambil Alih Klarifikasi: Polemik MBG Pragaan Kian Memanas
Dugaan Siswa Keracunan MBG SPPG Syita Ananta Disangkal Tanpa Rekam Medis, Puskesmas Saronggi Diserang Kritik
Menu MBG Bau Lolos ke Meja Siswa, SPPG Talang Yayasan Syita Ananta Didesak Bertanggung Jawab
Sosok Haji Her di Mata Warga: Penjaga Nafas Ekonomi Tembakau Madura
Kapan Akan Dilakukan Penindakan? Mr. Ball Diduga Jadi Tempat Pesta Miras, Pemkab dan DPRD Sumenep Dinilai Hanya Fokus Pencitraan 
Reuni Alumni MA A 2007 Bata-Bata di Pamekasan, Haul Masyayikh Jadi Perekat Kebersamaan
Keluarga Besar IWO Sumenep Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 21:52 WIB

THM Mr. Ball Sumenep Kembali Disorot, Event DJ Tetap Digelar di Tengah Polemik

Senin, 13 April 2026 - 13:14 WIB

Kepala SPPG Pakamban Laok 2 Bungkam, Yayasan Ambil Alih Klarifikasi: Polemik MBG Pragaan Kian Memanas

Senin, 13 April 2026 - 12:23 WIB

Dugaan Siswa Keracunan MBG SPPG Syita Ananta Disangkal Tanpa Rekam Medis, Puskesmas Saronggi Diserang Kritik

Sabtu, 11 April 2026 - 22:55 WIB

Menu MBG Bau Lolos ke Meja Siswa, SPPG Talang Yayasan Syita Ananta Didesak Bertanggung Jawab

Jumat, 10 April 2026 - 22:00 WIB

Sosok Haji Her di Mata Warga: Penjaga Nafas Ekonomi Tembakau Madura

Berita Terbaru