Ayo! Mengenal Tradisi Ngin-angin di Kabupaten Sumenep 

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 29 Oktober 2025 - 22:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Jatimkita.id – Kelahiran, jodoh, dan mati merupakan beberapa bagian drama kehidupan yang bersifat misteri. Dalam perspektif agama Islam, pernikahan adalah ibadah. Ia merupakan kebiasaan (sunnah) para Nabi, dan kalangan salaf yang shalih.

Nikah juga merupakan penjaga iman, karena Rasulullah SAW pernah bersabda yang maknanya menyebutkan, bahwa orang yang menikah berarti telah menyelamatkan separuh imannya.

Dalam perkembangan lebih lanjut, proses perjodohan atau tangga menuju pernikahan mengalami tumbuh kembang yang banyak dipengaruhi adat atau budaya setempat. Namun karena Islam tidak kaku, kebiasaan atau budaya masyarakat tertentu tidak ditolak, selama tidak mengandung unsur yang berseberangan.

Baca Juga :  Phuser Bhumi Asli Cenlecen Bawa Pulang Tiga Piala pada Festival Tongtong Sumenep

“Seperti budaya lamaran di daerah Madura, khususnya Sumenep, yang notabene tidak memiliki akar, dasar, maupun benang merah dengan nash agama yang bersifat qathi, tidak diganggu-gugat. Namun secara akhlaq tidak sulit menemukan keterkaitannya dengan Islam sebagai penyempurnaannya,”kata Raden Ajeng Silfanida, salah satu pemerhati budaya di Sumenep, pada News Room.

Baca Juga :  Menumbuhkan Cinta pada Budaya Lokal, Pemkab Sumenep Mewajibkan ASN dan Non Mengenakan Baju Adat Keraton Lengkap 

Meminang seorang perempuan di Sumenep menurut Jeng Sil, panggilan RA. Silfanida memang tidak serampangan. Perempuan ibarat perhiasan yang tiada tara mahalnya. Apalagi seorang anak gadis sangat dijaga oleh kedua orang tuanya.

Kehormatannya adalah kehormatan seluruh keluarga, sehingga tidak sembarang atau seenaknya orang lain datang, melamar, mengajak kawin dan seterusnya. “Ada tatakrama, soal penghargaan dan sikap memuliakan seorang calon ibu. Ini jelas sesuai dengan Islam yang sangat memuliakan kedudukan seorang perempuan,”tambahnya.

Berita Terkait

Perbup Busana ASN Dipersoalkan, Budayawan Sumenep: Ini Penyeragaman, Bukan Pelestarian
Musik Daul Phuser Bhumih Borong Dua Gelar Juara di Festival Musik Daul Gubernur Jatim Cup 2025
Festival Kucing Busok Raas 2025 Siap Gebrak Panggung Nasional
Phuser Bhumi Asli Cenlecen Bawa Pulang Tiga Piala pada Festival Tongtong Sumenep

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:47 WIB

Perbup Busana ASN Dipersoalkan, Budayawan Sumenep: Ini Penyeragaman, Bukan Pelestarian

Minggu, 14 Desember 2025 - 17:27 WIB

Musik Daul Phuser Bhumih Borong Dua Gelar Juara di Festival Musik Daul Gubernur Jatim Cup 2025

Rabu, 19 November 2025 - 17:15 WIB

Festival Kucing Busok Raas 2025 Siap Gebrak Panggung Nasional

Sabtu, 1 November 2025 - 09:20 WIB

Phuser Bhumi Asli Cenlecen Bawa Pulang Tiga Piala pada Festival Tongtong Sumenep

Rabu, 29 Oktober 2025 - 22:40 WIB

Ayo! Mengenal Tradisi Ngin-angin di Kabupaten Sumenep 

Berita Terbaru

Hukum

Proyek Siluman Kembali Gentayangan di Desa Meddelan

Minggu, 25 Jan 2026 - 14:43 WIB