SUMENEP, Jatim Kita – Bantuan aspal drum dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk Kabupaten Sumenep menuai sorotan. Bantuan yang disebut hanya sekitar 1,5 truk dipertanyakan kecukupan dan keberlanjutannya di tengah kebutuhan penanganan jalan provinsi yang berlubang di sejumlah titik.
Persoalannya bukan sekadar bantuan sudah diserahkan atau belum, melainkan apakah volume aspal tersebut benar-benar sebanding dengan kebutuhan perbaikan jalan di lapangan. Ketika kerusakan jalan masih membutuhkan penanganan, Pemprov Jatim dituntut menjelaskan secara terbuka sasaran, peruntukan, dan dampak nyata bantuan yang diberikan.
Bantuan aspal drum memang dapat dimanfaatkan untuk menangani lubang pada titik-titik tertentu. Namun, efektivitasnya bergantung pada volume material, tingkat kerusakan, luas ruas jalan yang terdampak, serta metode perbaikan yang diterapkan.
Persoalan semakin menjadi perhatian ketika muncul pertanyaan mengenai keberlanjutan bantuan tersebut. Apakah penyaluran aspal akan dilakukan secara berkala sesuai kebutuhan atau hanya diberikan dalam kesempatan tertentu?.
”Lailahailallah, itu sesuai dengan kebutuhan, Pak,” kata Gurbernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat diwawancarai awak media.
”Kalau berkala mungkin tidak membutuhkan, saya banyak membantu kabupaten di Jawa Timur,” ungkapnya lagi.
Bantuan aspal drum ini sebenarnya sangat bermanfaat ketika memenuhi kebutuhan di daerah. Jalan berlubang dapat menghambat mobilitas masyarakat, mengganggu distribusi barang dan aktivitas ekonomi, serta meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










