Karena itu, Pemprov Jatim perlu memastikan bahwa bantuan aspal drum tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan infrastruktur yang terencana dan berkelanjutan.
Jangan sampai bantuan telah disalurkan, tetapi kebutuhan perbaikan belum terpenuhi, sementara lubang-lubang jalan masih membahayakan pengguna jalan.
Transparansi volume bantuan, kejelasan lokasi penanganan, dan kepastian tindak lanjut menjadi hal penting agar masyarakat Sumenep dapat menilai sejauh mana bantuan tersebut benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.










