Wabup Sumenep: MEC Bukan Sekadar Karnaval, Tapi Wadah Menjaga Budaya Madura

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 21 September 2026 - 15:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatim Kita – Madura Ethnic Carnival (MEC) di Kabupaten Sumenep tidak sekadar menghadirkan pertunjukan seni dan kreativitas. Gelaran tersebut menjadi salah satu ruang untuk menjaga keberadaan budaya Madura sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat yang lebih luas.

Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, mengatakan MEC memiliki peran penting dalam memperkuat upaya pelestarian budaya, terutama di tengah perkembangan zaman yang terus mengalami perubahan.

Menurutnya, budaya Madura memiliki kekayaan yang sangat beragam, mulai dari pakaian adat, kesenian, tradisi, hingga berbagai bentuk ekspresi budaya yang melekat dengan kehidupan masyarakat.

Baca Juga :  Phuser Bhumi Asli Cenlecen Bawa Pulang Tiga Piala pada Festival Tongtong Sumenep

“Madura Ethnic Carnival ini menjadi salah satu wadah pelestarian budaya. Melalui kegiatan ini, kami ingin budaya Madura terus hidup, dikenal luas dan dapat diwariskan kepada generasi penerus,” kata Wabup KH. Imam Hasyim di sela-sela pelaksanaan MEC di kawasan Labang Mesem Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026).

Ia menilai pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial. Keterlibatan masyarakat, terutama generasi muda, menjadi bagian penting agar berbagai warisan budaya tetap relevan dan mampu berkembang mengikuti zaman.

Baca Juga :  Menu MBG Dinilai Memalukan: Guru Sumenep Soroti Lauk Tak Layak dan Dugaan Makanan Basi

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep memberikan apresiasi kepada seluruh peserta, pelaku seni, komunitas budaya, serta masyarakat yang turut mengambil bagian dalam MEC. Kreativitas yang ditampilkan dinilai mampu mengemas unsur tradisional menjadi pertunjukan yang menarik tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Berita Terkait

Bupati Sumenep Ziarah ke Asta Tinggi, Kenang Jasa dan Perjuangan Para Raja
Panitia Festival Tong-Tong Dinilai Tak Profesional, Citra Pemkab dan Bupati Sumenep Ikut Tercoreng
Nilai Kategori Dekorasi Terbaik Festival Tong-Tong Sumenep Janggal, Profesionalitas Panitia dan Juri Dipertanyakan!
Panitia dan Dewan Juri Dinilai tidak Profesional, Publik Pertanyakan Penilaian Festival Tong Tong se-Madura 2026
Perbankan di Sumenep Didorong Perkuat Modal Usaha dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah
‎Workshop Teater Pekan Seni Madura X Jadi Ruang Belajar Lintas Generasi
‎Parade Teater Tutup Pekan Seni Madura X, Suguhkan Refleksi Lingkungan, Mimpi, dan Masa Depan Teknologi
Daul Phuser Bhumih Siap Guncang Karnaval Akbar Madrasah Miftahul Khair di Pamekasan

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Bupati Sumenep Ziarah ke Asta Tinggi, Kenang Jasa dan Perjuangan Para Raja

Senin, 21 September 2026 - 15:30 WIB

Wabup Sumenep: MEC Bukan Sekadar Karnaval, Tapi Wadah Menjaga Budaya Madura

Senin, 7 September 2026 - 22:08 WIB

Panitia Festival Tong-Tong Dinilai Tak Profesional, Citra Pemkab dan Bupati Sumenep Ikut Tercoreng

Senin, 7 September 2026 - 14:28 WIB

Nilai Kategori Dekorasi Terbaik Festival Tong-Tong Sumenep Janggal, Profesionalitas Panitia dan Juri Dipertanyakan!

Minggu, 6 September 2026 - 12:00 WIB

Panitia dan Dewan Juri Dinilai tidak Profesional, Publik Pertanyakan Penilaian Festival Tong Tong se-Madura 2026

Berita Terbaru