SUMENEP, Jatim Kita – Polemik dugaan makanan basi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Pakamban Laok 2, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kian memanas dan belum menemukan titik terang.
Di tengah derasnya protes wali murid, publik justru dihadapkan pada situasi janggal: Kepala SPPG sebagai penanggung jawab operasional memilih bungkam, sementara klarifikasi justru diambil alih oleh Ketua Yayasan Bumi Asfan Abadi, Hendri.
Langkah ini memicu pertanyaan serius terkait transparansi dan akuntabilitas di tingkat pelaksana lapangan.
Hendri menyebut pihaknya telah melakukan pemantauan terhadap menu MBG setiap hari.
“Saya monitor secara khusus menu setiap hari di Pragaan,” ujarnya dalam percakapan WhatsApp, Senin (13/4/2026).
Ia juga merespons tudingan adanya tekanan terhadap pihak sekolah dan wali murid. Menurutnya, kritik yang disampaikan bukan bentuk intimidasi.
“Takut salah kembali. Karena memang kritik itu bukan sebagai ancaman,” katanya.
Hendri menegaskan bahwa kedatangannya ke sekolah bertujuan untuk evaluasi, bukan tekanan.
“Kita datangi pihak sekolah bukan berarti mengancam, saporana se raje (mohon maaf sebesar-besarnya, red). Tapi untuk menemukan dari sisi apa yang keliru,” ucapnya.
Ia bahkan meminta semua pihak memberikan penjelasan secara objektif demi perbaikan program ke depan.
“Mohon beri penjelasan seksama, terutama untuk pembenahan, karena benar-benar saya perhatikan itu di Pragaan,” lanjutnya.
Terkait tudingan intimidasi, Hendri kembali membantah dan mengklaim memiliki rekaman sebagai bukti.
Halaman : 1 2 Selanjutnya









