Para penerima beasiswa diingatkan agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya melalui prestasi akademik maupun kontribusi positif bagi kampus dan masyarakat.
Asmoni berharap mahasiswa baru mampu tumbuh menjadi generasi yang unggul, mandiri, adaptif dan memiliki etos kerja, sekaligus tetap menjunjung tinggi akhlak serta martabat.
“Berpikir global bukan berarti meninggalkan budaya sendiri. Mahasiswa harus mampu melihat perkembangan dunia, tetapi tetap berpegang pada kearifan lokal,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Dedi Falahuddin. Mewakili Bupati Sumenep, ia mendorong mahasiswa baru agar membiasakan diri berpikir kritis, mengembangkan inovasi, memperluas wawasan serta membangun relasi.
Ia juga mengapresiasi konsep PKKMB Universitas PGRI Sumenep yang tetap memasukkan unsur budaya Madura dalam kegiatan, seperti penggunaan odheng dan batik.
Menurut Dedi, identitas lokal menjadi kekuatan yang tidak seharusnya ditinggalkan ketika mahasiswa dituntut memiliki wawasan global.
Ia juga mengingatkan mahasiswa perguruan tinggi swasta agar tidak merasa berada di bawah lulusan perguruan tinggi negeri. Sebab, dalam dunia kerja, kemampuan dan kompetensi menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kualitas seseorang.
Dedi meminta mahasiswa menjadikan masa PKKMB sebagai proses awal untuk membangun mental, kemampuan beradaptasi dan kesiapan menghadapi kehidupan kampus.
Ia juga mengajak mahasiswa menjalani perkuliahan dengan serius, menaati ketentuan kampus, menjaga hubungan baik dengan dosen maupun sesama mahasiswa serta berupaya menyelesaikan pendidikan tepat waktu.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










