Menurutnya, PKKMB menjadi tahap awal bagi mahasiswa untuk memahami kehidupan di perguruan tinggi, mulai dari sistem akademik, budaya kampus hingga fasilitas yang dapat dimanfaatkan selama menjalani pendidikan.
Ia mengingatkan mahasiswa baru bahwa status sebagai mahasiswa membawa konsekuensi berupa tanggung jawab yang lebih besar. Karena itu, sikap, karakter, kedisiplinan dan perilaku harus menunjukkan kedewasaan.
Asmoni juga meminta mahasiswa tidak menjadikan perolehan nilai sebagai satu-satunya target selama kuliah. Menurutnya, mahasiswa perlu membangun kompetensi, memperluas jaringan, aktif dalam organisasi, mengikuti kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
“Jangan hanya menjadi mahasiswa yang datang kuliah kemudian pulang. Manfaatkan masa kuliah untuk membangun jaringan, menambah pengalaman dan memberikan kontribusi,” pesannya.
Ia menambahkan, mahasiswa Universitas PGRI Sumenep tidak perlu merasa minder karena berkuliah di perguruan tinggi swasta. Menurutnya, kualitas lulusan pada akhirnya sangat ditentukan oleh kemampuan, kemauan belajar dan kompetensi masing-masing individu.
Dalam kesempatan tersebut, Asmoni juga menyampaikan sejumlah fasilitas yang terus dikembangkan kampus, termasuk ruang perkuliahan dengan fasilitas penunjang pembelajaran serta pengembangan sarana olahraga.
Dari sisi akses pendidikan, Universitas PGRI Sumenep juga berupaya menjaga biaya kuliah tetap terjangkau. Pada tahun ini, sekitar 230 mahasiswa baru tercatat sebagai penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










