SUMENEP, Jatimkita.id – Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, meminta kepala sekolah dan guru tidak takut bersuara. Mereka diminta menolak, mendokumentasikan, dan melaporkan apabila menemukan menu MBG yang tidak sesuai standar gizi, basi, maupun busuk.
Seruan ini muncul menyusul laporan dugaan upaya pembungkaman oleh pihak dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Upaya tersebut diduga dilakukan agar temuan makanan tidak layak tidak diviralkan di media sosial maupun diberitakan media, sehingga operasional program tetap berjalan tanpa sorotan publik.
Ketua Satgas MBG Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra, meminta Dinas Pendidikan (Disdik) serta Kementerian Agama (Kemenag) setempat segera mengeluarkan surat edaran kepada seluruh sekolah agar tidak ragu melaporkan setiap temuan makanan MBG yang tidak layak dikonsumsi siswa.
“Dinas Pendidikan bisa menyampaikan kepada masing-masing kepala sekolah agar tidak takut melapor jika ada temuan MBG yang bermasalah,” ujarnya, Senin (9/3/2026).
Ia menegaskan, koordinasi juga perlu dilakukan oleh Kemenag yang membawahi lembaga pendidikan madrasah agar ikut mengawasi pelaksanaan program MBG di lapangan.
“Kalau Kemenag bisa berkoordinasi dengan dinas, atau langsung secara tertulis. Jika ada kendala, sampaikan ke Satgas, biar langsung kami tindak lanjuti ke BGN,” jelasnya.
Selain itu, Agus juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi dan mengontrol jalannya program MBG di daerah masing-masing.
Halaman : 1 2 Selanjutnya









