Diduga Tak Layak Konsumsi Menu MBG Realisasi SPPG Lebeng Timur Kembali Mengundang Amarah Wali Murid

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 13 Februari 2026 - 11:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Realisasi menu MBG pada 12 Februari 2026 oleh SPPG Lebeng Timur Yayasan Matlhabul Ulum menuai sorotan tajam dan kritik keras dari sejumlah wali murid. Program yang seharusnya menunjang kebutuhan gizi siswa justru dipersoalkan karena makanan yang dibagikan diduga sudah berbau dan tidak layak konsumsi saat diterima anak-anak di sekolah.

Keluhan datang langsung dari wali murid yang menyebut anak-anak enggan memakan makanan tersebut karena aromanya tidak wajar. Mereka menilai pembagian menu yang diduga bermasalah ini mencerminkan lemahnya kontrol kualitas sebelum makanan didistribusikan.

Baca Juga :  Momentum Hari Jadi Sumenep ke-756, Ketua Komisi III: Refleksi dan Motivasi Untuk Memperkuat Pembangunan Daerah 

“Ta’ ekakan ebeddei asli bau. Mon ta’ layak je’ begi-begi pessena bai yeee. Mon se tak tarema entar ka engkok (Tidak dimakan ditaruh wadah, memang sudah bau. Kalau tidak layak jangan dibagi-bagi, uangnya saja itu. Kalau ada yang tidak terima, silakan datang ke saya),” ungkap wali murid dalam cuplikan video yang berdurasi 12 detik, Kamis (13/2/2026).

Pernyataan tersebut menjadi gambaran kekecewaan wali murid yang menilai keselamatan siswa seharusnya menjadi prioritas utama, bukan sekadar formalitas menjalankan program. Mereka mempertanyakan bagaimana makanan yang diduga sudah tidak layak masih bisa lolos hingga dibagikan kepada anak-anak.

Baca Juga :  Dugaan Pemotongan PKH di Pakondang Mengendap, Warga Pertanyakan Keseriusan Kejari Sumenep

Keluhan tidak hanya terjadi di satu lokasi. Wali murid lain yang mengaku bernama @yunaaaa menyebut kondisi serupa juga dialami siswa di MI Nurul Huda.

“Padeh make MI Nurul Huda, (kondisinya sama di MI Nurul Huda),” ujarnya.

Jika dugaan ini benar, maka persoalan bukan lagi kasus tunggal, melainkan indikasi sistem distribusi yang bermasalah. Wali murid menilai perlu ada evaluasi serius terhadap proses produksi, penyimpanan, hingga pendistribusian menu MBG yang direalisasikan pada 12 Februari 2026 tersebut.

Berita Terkait

Somasi Tak Digubris, Pemilik Akun TikTok @Juan Kurniawan Resmi Dilaporkan ke Polres Sumenep
Pasca Disuspend BGN, MBG SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kembali Disorot: Menu Minim, Transparansi Dipertanyakan
Sekolah Sudah Banyak Libur, MBG Baru Mau Dibagikan: Koordinasi SPPG Pakamban Laok 2 Dikritik
Diduga Hina Profesi Jurnalis, Akun Tik Tok @Juan Kurniawan Diminta Klarifikasi Terbuka atau Siap Hadapi Proses Hukum
Menu MBG SPPG Darul Arqom Diduga Busuk Lolos Distribusi, Warga Meminta BGN dan Korwil Sumenep Segera Mengambil Tindakan Tegas
Skandal Dugaan Setoran PKBM Garut Mencuat, Dana Diduga Mengalir ke Tipikor
SPPG Pakamban Laok 2 Disuspend BGN, Tokoh Pemuda Desak Audit Total Program MBG
Alarm Bahaya MBG di SPPG Lenteng Barat: Makanan Diduga Busuk Lolos dari Pengawasan

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 14:32 WIB

Somasi Tak Digubris, Pemilik Akun TikTok @Juan Kurniawan Resmi Dilaporkan ke Polres Sumenep

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:19 WIB

Pasca Disuspend BGN, MBG SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kembali Disorot: Menu Minim, Transparansi Dipertanyakan

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:43 WIB

Sekolah Sudah Banyak Libur, MBG Baru Mau Dibagikan: Koordinasi SPPG Pakamban Laok 2 Dikritik

Senin, 9 Maret 2026 - 14:59 WIB

Diduga Hina Profesi Jurnalis, Akun Tik Tok @Juan Kurniawan Diminta Klarifikasi Terbuka atau Siap Hadapi Proses Hukum

Minggu, 8 Maret 2026 - 21:54 WIB

Menu MBG SPPG Darul Arqom Diduga Busuk Lolos Distribusi, Warga Meminta BGN dan Korwil Sumenep Segera Mengambil Tindakan Tegas

Berita Terbaru