Perbankan di Sumenep Didorong Perkuat Modal Usaha dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:53 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

‎Ia juga menyoroti adanya dorongan agar kredit dengan nilai di bawah Rp100 juta dapat diberikan tanpa jaminan, sehingga pelaku usaha kecil yang memiliki keterbatasan aset tetap mempunyai kesempatan mendapatkan pembiayaan.

‎“Ini menjadi peluang bagi masyarakat dan pelaku usaha. Dengan akses kredit yang lebih mudah, mereka tidak hanya mendapatkan modal untuk bertahan, tetapi juga memiliki kesempatan mengembangkan usahanya,” katanya.

Baca Juga :  Menu MBG Dinilai Memalukan: Guru Sumenep Soroti Lauk Tak Layak dan Dugaan Makanan Basi

‎Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan skema penjaminan untuk membantu mengurangi risiko pembiayaan yang disalurkan perbankan. Penjaminan tersebut dapat mencakup sejumlah risiko yang berpotensi mengganggu keberlangsungan usaha, seperti bencana gempa, gagal panen, hingga meninggalnya pelaku usaha.

‎“Dengan adanya penjaminan, risiko yang dihadapi perbankan bisa lebih terkelola. Ini penting agar lembaga perbankan semakin berani menyalurkan pembiayaan kepada masyarakat yang memang memiliki usaha produktif,” tutur Hairil.

Baca Juga :  Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

‎Ia menegaskan, BPD akan terus mendorong koordinasi antarbank di Sumenep agar peran perbankan semakin dirasakan masyarakat.

‎“Prinsipnya, kami ingin perbankan hadir sebagai mitra masyarakat. Pelaku usaha harus mendapatkan akses permodalan yang sesuai, sehingga usaha mereka bisa berkembang, pendapatan meningkat, dan pada akhirnya memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi Sumenep,” pungkasnya.

Berita Terkait

Bupati Sumenep Ziarah ke Asta Tinggi, Kenang Jasa dan Perjuangan Para Raja
Wabup Sumenep: MEC Bukan Sekadar Karnaval, Tapi Wadah Menjaga Budaya Madura
Panitia Festival Tong-Tong Dinilai Tak Profesional, Citra Pemkab dan Bupati Sumenep Ikut Tercoreng
Nilai Kategori Dekorasi Terbaik Festival Tong-Tong Sumenep Janggal, Profesionalitas Panitia dan Juri Dipertanyakan!
Panitia dan Dewan Juri Dinilai tidak Profesional, Publik Pertanyakan Penilaian Festival Tong Tong se-Madura 2026
Masyarakat Antre Panjang, Pengencer Diduga Dipermudah! Pertamina Diminta Bongkar Dugaan Permainan Pertalite di SPBU 54.694.03
Den Haag Hadir, Perkenalkan Cita Rasa Rokok Lokal Berkualitas
Musim Panen Tiba, Sulaisi Serukan Perusahaan Besar Buka Pasar Tembakau Madura

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Bupati Sumenep Ziarah ke Asta Tinggi, Kenang Jasa dan Perjuangan Para Raja

Senin, 21 September 2026 - 15:30 WIB

Wabup Sumenep: MEC Bukan Sekadar Karnaval, Tapi Wadah Menjaga Budaya Madura

Senin, 7 September 2026 - 22:08 WIB

Panitia Festival Tong-Tong Dinilai Tak Profesional, Citra Pemkab dan Bupati Sumenep Ikut Tercoreng

Senin, 7 September 2026 - 14:28 WIB

Nilai Kategori Dekorasi Terbaik Festival Tong-Tong Sumenep Janggal, Profesionalitas Panitia dan Juri Dipertanyakan!

Minggu, 6 September 2026 - 12:00 WIB

Panitia dan Dewan Juri Dinilai tidak Profesional, Publik Pertanyakan Penilaian Festival Tong Tong se-Madura 2026

Berita Terbaru