Pertanyaan serupa disampaikan akun danzPinkyboy A. “Baladewa hanya masuk dua kategori, tetapi kok bisa menjadi juara umum? Ada yang aneh?”.
Sementara akun manzXX mengaku terkejut melihat hasil festival tahun ini. “Tahun lalu masih bisa dimaklumi karena Baladewa mendapatkan banyak nominasi. Tapi sekarang hanya mendapatkan dua nominasi, kok bisa menjadi juara umum? Saya benar-benar terkejut,” ujarnya.
Kritikan lain datang dari akun Remaja Gandi yang menulis komentar bernada sindiran terhadap hasil festival.
“Saya sudah bilang, Baladewa sudah dipastikan menjadi juara umum bahkan sebelum festival digelar. Sudah diatur semuanya,” komentarnya.
Komentar tersebut menunjukkan munculnya spekulasi di tengah masyarakat mengenai proses penentuan pemenang. Namun, pernyataan tersebut merupakan opini atau tudingan dari warganet dan belum dapat dianggap sebagai fakta tanpa adanya bukti atau penjelasan resmi dari pihak terkait.
Sorotan tersebut semestinya dijawab secara terbuka oleh panitia dan dewan juri. Sebab, persoalan utama yang dipertanyakan publik bukan sekadar siapa yang menjadi Juara Umum, tetapi bagaimana gelar tersebut ditentukan.
Jika terdapat sistem akumulasi nilai, publik tentu wajar meminta penjelasan mengenai bobot penilaian, indikator yang digunakan, serta perolehan nilai masing-masing peserta.
Sebaliknya, apabila Juara Umum memang ditentukan melalui formula khusus yang berbeda dari jumlah kategori yang diraih, maka aturan tersebut perlu dijelaskan agar masyarakat tidak membangun kesimpulan sendiri.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










