Panitia dan Dewan Juri Dinilai tidak Profesional, Publik Pertanyakan Penilaian Festival Tong Tong se-Madura 2026

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 6 September 2026 - 12:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

‎Pertanyaan serupa disampaikan akun danzPinkyboy A. “Baladewa hanya masuk dua kategori, tetapi kok bisa menjadi juara umum? Ada yang aneh?”.

‎Sementara akun manzXX mengaku terkejut melihat hasil festival tahun ini. “Tahun lalu masih bisa dimaklumi karena Baladewa mendapatkan banyak nominasi. Tapi sekarang hanya mendapatkan dua nominasi, kok bisa menjadi juara umum? Saya benar-benar terkejut,” ujarnya.

‎Kritikan lain datang dari akun Remaja Gandi yang menulis komentar bernada sindiran terhadap hasil festival.

Baca Juga :  575 wisudawan Universitas PGRI Sumenep Resmi Dikukuhkan

‎ “Saya sudah bilang, Baladewa sudah dipastikan menjadi juara umum bahkan sebelum festival digelar. Sudah diatur semuanya,” komentarnya.

‎Komentar tersebut menunjukkan munculnya spekulasi di tengah masyarakat mengenai proses penentuan pemenang. Namun, pernyataan tersebut merupakan opini atau tudingan dari warganet dan belum dapat dianggap sebagai fakta tanpa adanya bukti atau penjelasan resmi dari pihak terkait.

‎Sorotan tersebut semestinya dijawab secara terbuka oleh panitia dan dewan juri. Sebab, persoalan utama yang dipertanyakan publik bukan sekadar siapa yang menjadi Juara Umum, tetapi bagaimana gelar tersebut ditentukan.

Baca Juga :  ‎Parade Teater Tutup Pekan Seni Madura X, Suguhkan Refleksi Lingkungan, Mimpi, dan Masa Depan Teknologi

‎Jika terdapat sistem akumulasi nilai, publik tentu wajar meminta penjelasan mengenai bobot penilaian, indikator yang digunakan, serta perolehan nilai masing-masing peserta.

‎Sebaliknya, apabila Juara Umum memang ditentukan melalui formula khusus yang berbeda dari jumlah kategori yang diraih, maka aturan tersebut perlu dijelaskan agar masyarakat tidak membangun kesimpulan sendiri.

Berita Terkait

Bupati Sumenep Ziarah ke Asta Tinggi, Kenang Jasa dan Perjuangan Para Raja
Wabup Sumenep: MEC Bukan Sekadar Karnaval, Tapi Wadah Menjaga Budaya Madura
Panitia Festival Tong-Tong Dinilai Tak Profesional, Citra Pemkab dan Bupati Sumenep Ikut Tercoreng
Nilai Kategori Dekorasi Terbaik Festival Tong-Tong Sumenep Janggal, Profesionalitas Panitia dan Juri Dipertanyakan!
Perbankan di Sumenep Didorong Perkuat Modal Usaha dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah
‎Workshop Teater Pekan Seni Madura X Jadi Ruang Belajar Lintas Generasi
‎Parade Teater Tutup Pekan Seni Madura X, Suguhkan Refleksi Lingkungan, Mimpi, dan Masa Depan Teknologi
Daul Phuser Bhumih Siap Guncang Karnaval Akbar Madrasah Miftahul Khair di Pamekasan

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Bupati Sumenep Ziarah ke Asta Tinggi, Kenang Jasa dan Perjuangan Para Raja

Senin, 21 September 2026 - 15:30 WIB

Wabup Sumenep: MEC Bukan Sekadar Karnaval, Tapi Wadah Menjaga Budaya Madura

Senin, 7 September 2026 - 22:08 WIB

Panitia Festival Tong-Tong Dinilai Tak Profesional, Citra Pemkab dan Bupati Sumenep Ikut Tercoreng

Senin, 7 September 2026 - 14:28 WIB

Nilai Kategori Dekorasi Terbaik Festival Tong-Tong Sumenep Janggal, Profesionalitas Panitia dan Juri Dipertanyakan!

Minggu, 6 September 2026 - 12:00 WIB

Panitia dan Dewan Juri Dinilai tidak Profesional, Publik Pertanyakan Penilaian Festival Tong Tong se-Madura 2026

Berita Terbaru