IWO Sumenep Ajak Wartawan dan Mahasiswa Jaga Etika di Tengah Pesatnya Perkembangan AI

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan aktif berdiskusi dan menggali pengalaman dari para narasumber yang memiliki kompetensi di bidangnya.

Dedy menegaskan bahwa kualitas karya jurnalistik tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh tanggung jawab dan nilai kemanusiaan yang dimiliki seorang wartawan.

“Untuk menghasilkan karya jurnalistik yang baik juga perlu hati nurani, karena kita bukan robot,” tegasnya.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut turut disampaikan Rektor UPI Sumenep, Asmuni, melalui Wakil Rektor II, M. Ridwan. Pihak kampus menyambut baik inisiatif IWO Sumenep dalam menyelenggarakan seminar yang mengangkat persoalan etika jurnalistik di tengah perkembangan teknologi.

Baca Juga :  Momentum HUT ke-14, IWO Sumenep dan Polresta Perkuat Sinergi serta Silaturahmi

Pihaknya berharap kegiatan tersebut dapat memperkaya pengetahuan mahasiswa tentang praktik jurnalistik yang profesional sekaligus membangun kesadaran untuk menjaga kualitas informasi. Dengan begitu, mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi dalam menyebarkan informasi yang benar, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah (PD) IWO Sumenep, Imam Musta’in, mengatakan bahwa tema seminar dipilih berdasarkan tantangan nyata yang dihadapi dunia pers saat ini. Kemajuan AI dinilai membuka peluang untuk meningkatkan efisiensi kerja jurnalistik, tetapi juga menuntut wartawan semakin cermat dalam memverifikasi informasi.

Baca Juga :  IWO Sumenep Nilai Penerapan E-Katalog Terlalu Dini dan Dinilai Minim Sosialisasi

“Tujuan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman bahwa di tengah gempuran AI, etika jurnalistik tidak boleh hilang. AI bisa membantu menulis dengan cepat, tetapi kebenaran, keberimbangan, dan hati nurani wartawan tidak bisa digantikan oleh mesin,” ungkapnya.

Berita Terkait

Dari Prosesi Arya Wiraraja hingga Musik Tong-Tong, Sumenep Teguhkan Identitas Budaya di KEN 2026
Bupati Fauzi Tekankan Pentingnya Sinergi Pemkab dan DPRD untuk Kemajuan Sumenep
Doakan Sumenep Makin Sejahtera, Bupati Ajak ASN hingga Pemerintah Desa Baca Surat Al-Waqi’ah
Pemkab Sumenep Rencanakan Anggaran Pilkada 2029 Sebesar Rp 75 Miliyar
Bupati Fauzi Terbitkan Surat Edaran Jelang Festival Tong-Tong KEN 2026
Peringati Hari Santri Nasional 2026, Pemkab Sumenep Wajibkan ASN Berbusana Santri
Program GEMILANG SKK Migas–KEI di Pagerungan Tuai Apresiasi, Guru Kepulauan Didorong Tingkatkan Kompetensi
Bupati Fauzi Beri Semangat Peserta Lomba Mewarnai, 125 Anak Tampilkan Kreativitas

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:57 WIB

IWO Sumenep Ajak Wartawan dan Mahasiswa Jaga Etika di Tengah Pesatnya Perkembangan AI

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:41 WIB

Bupati Fauzi Tekankan Pentingnya Sinergi Pemkab dan DPRD untuk Kemajuan Sumenep

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:18 WIB

Doakan Sumenep Makin Sejahtera, Bupati Ajak ASN hingga Pemerintah Desa Baca Surat Al-Waqi’ah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Pemkab Sumenep Rencanakan Anggaran Pilkada 2029 Sebesar Rp 75 Miliyar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Bupati Fauzi Terbitkan Surat Edaran Jelang Festival Tong-Tong KEN 2026

Berita Terbaru