Imam menjelaskan, keterlibatan dua jurnalis senior dan seorang akademisi dalam seminar tersebut diharapkan mampu menghadirkan sudut pandang yang menyeluruh, baik berdasarkan pengalaman peliputan di lapangan maupun kajian akademik mengenai etika jurnalistik.
H. Ibnu Hajar dan M. Syamsul Arifin diharapkan dapat membagikan pengalaman praktis dalam menjalankan profesi wartawan, sedangkan Muhamad Suhaidi memberikan penguatan dari perspektif akademik dan etika.
Melalui kegiatan ini, IWO Sumenep berharap para peserta, khususnya mahasiswa, mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa kehilangan prinsip profesionalisme dalam bekerja. Pemanfaatan AI diharapkan menjadi alat pendukung produktivitas, bukan pengganti tanggung jawab wartawan dalam memastikan kebenaran informasi.
“Harapannya, peserta, terutama mahasiswa, bisa menjadi jurnalis masa depan yang cerdas teknologi, tetapi tetap beretika,” pungkas Imam.










