Nilai Kategori Dekorasi Terbaik Festival Tong-Tong Sumenep Janggal, Profesionalitas Panitia dan Juri Dipertanyakan!

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 7 September 2026 - 14:28 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatim Kita – Pelaksanaan Festival Musik Daul atau Musik Tong-Tong Kabupaten Sumenep 2026 menuai protes keras dari kalangan pelaku seni. Sorotan tajam mengarah pada proses penilaian, khususnya kategori dekorasi, setelah hasil penjurian yang telah dipublikasikan melalui YouTube dinilai memunculkan pertanyaan serius terkait kesesuaian antara angka penilaian dan peringkat peserta.

Persoalan tersebut disoroti Ali Baki Aman, salah seorang pelaku seni yang telah lama berkecimpung dalam dunia kesenian. Ia mengaku kecewa dan mempertanyakan profesionalitas panitia maupun dewan juri dalam mengelola, memverifikasi, serta mempublikasikan hasil penilaian festival.

Baca Juga :  Perbankan di Sumenep Didorong Perkuat Modal Usaha dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Menurut Ali Baki Aman, ketika angka penilaian sudah diumumkan dan disebarluaskan melalui YouTube, publik tentu akan menganggap angka tersebut sebagai hasil resmi yang telah melalui proses pemeriksaan dan validasi.

“Angka itu keluar berarti sudah valid dan tidak bisa diganggu gugat untuk merubah itu. Kalau panitia betul-betul profesional, seharusnya mengecek dulu sebelum di YouTube,” tegas Ali Baki Aman.

Baca Juga :  Daul Phuser Bhumih Siap Guncang Karnaval Akbar Madrasah Miftahul Khair di Pamekasan

Ia secara khusus menyoroti persoalan nilai kategori dekorasi Barong Ireng. Ali Baki Aman mempertanyakan bagaimana nilai yang menurutnya lebih tinggi dibandingkan sejumlah peserta yang masuk 10 besar justru tidak membuat Barong Ireng masuk dalam nominasi tersebut.

“Apakah nilai Barong Ireng memang tidak masuk kategori 10 besar, atau memang salah memasukkan angka atau peringkat sehingga Barong Ireng tidak masuk? Ini yang harus dijelaskan,” ujarnya.

Berita Terkait

Bupati Sumenep Ziarah ke Asta Tinggi, Kenang Jasa dan Perjuangan Para Raja
Wabup Sumenep: MEC Bukan Sekadar Karnaval, Tapi Wadah Menjaga Budaya Madura
Panitia Festival Tong-Tong Dinilai Tak Profesional, Citra Pemkab dan Bupati Sumenep Ikut Tercoreng
Panitia dan Dewan Juri Dinilai tidak Profesional, Publik Pertanyakan Penilaian Festival Tong Tong se-Madura 2026
Perbankan di Sumenep Didorong Perkuat Modal Usaha dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah
‎Workshop Teater Pekan Seni Madura X Jadi Ruang Belajar Lintas Generasi
‎Parade Teater Tutup Pekan Seni Madura X, Suguhkan Refleksi Lingkungan, Mimpi, dan Masa Depan Teknologi
Daul Phuser Bhumih Siap Guncang Karnaval Akbar Madrasah Miftahul Khair di Pamekasan

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Bupati Sumenep Ziarah ke Asta Tinggi, Kenang Jasa dan Perjuangan Para Raja

Senin, 21 September 2026 - 15:30 WIB

Wabup Sumenep: MEC Bukan Sekadar Karnaval, Tapi Wadah Menjaga Budaya Madura

Senin, 7 September 2026 - 22:08 WIB

Panitia Festival Tong-Tong Dinilai Tak Profesional, Citra Pemkab dan Bupati Sumenep Ikut Tercoreng

Senin, 7 September 2026 - 14:28 WIB

Nilai Kategori Dekorasi Terbaik Festival Tong-Tong Sumenep Janggal, Profesionalitas Panitia dan Juri Dipertanyakan!

Minggu, 6 September 2026 - 12:00 WIB

Panitia dan Dewan Juri Dinilai tidak Profesional, Publik Pertanyakan Penilaian Festival Tong Tong se-Madura 2026

Berita Terbaru