‎Workshop Teater Pekan Seni Madura X Jadi Ruang Belajar Lintas Generasi

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 6 Juli 2026 - 14:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatim Kita – Workshop Teater dalam rangkaian Pekan Seni Madura (PSM) X yang digelar UKM Sanggar Lentera Universitas PGRI Sumenep berlangsung meriah di Aula Lantai 3 UPI Sumenep, Desa Gedungan, Kecamatan Batuan, Sabtu (4/7/2026).

‎Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, Syah A. Lathif dan Deny Tri Aryanti, S.Sn., M.Hum.. Menariknya, peserta yang mengikuti workshop berasal dari berbagai kalangan, mulai dari komunitas teater, sanggar seni pelajar, mahasiswa, hingga siswa sekolah dasar.

‎Workshop ini digelar sebagai ruang edukasi bagi para pelaku seni untuk memahami proses kreatif dalam menciptakan sebuah karya teater. Materi yang diberikan meliputi dasar-dasar manajemen produksi pertunjukan dan keaktoran sebagai bekal dalam proses penciptaan karya.

Baca Juga :  Musik Daul Phuser Bhumih Borong Dua Gelar Juara di Festival Musik Daul Gubernur Jatim Cup 2025

‎Tak hanya menerima materi, peserta juga diajak mempraktikkan langsung berbagai teknik yang dipelajari. Di akhir kegiatan, seluruh peserta menampilkan hasil eksplorasi mereka melalui pementasan mini yang disiapkan secara berkelompok.

‎Suasana workshop berlangsung dinamis. Peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, berdiskusi, berlatih, hingga mengeksplorasi gerak dan kreativitas bersama dalam satu ruang yang terbuka.

Baca Juga :  UKM Sanggar Lentera Sabet Dua Penghargaan Ormawa Awards Dies Natalis ke-41 UPI Sumenep

‎Salah satu pemateri, Deny Tri Aryanti, S.Sn., M.Hum., mengapresiasi penyelenggaraan workshop yang dinilai mampu menghadirkan ruang belajar seni yang inklusif.

‎”Saya mengapresiasi panitia yang berhasil menghadirkan ruang kreatif seperti ini. Pesertanya sangat beragam, mulai dari komunitas teater, mahasiswa, pelajar, hingga siswa SD. Ini menjadi bukti bahwa seni bisa diterima dan dipelajari oleh siapa saja,” ujarnya.

Berita Terkait

Bupati Sumenep Ziarah ke Asta Tinggi, Kenang Jasa dan Perjuangan Para Raja
Wabup Sumenep: MEC Bukan Sekadar Karnaval, Tapi Wadah Menjaga Budaya Madura
Panitia Festival Tong-Tong Dinilai Tak Profesional, Citra Pemkab dan Bupati Sumenep Ikut Tercoreng
Nilai Kategori Dekorasi Terbaik Festival Tong-Tong Sumenep Janggal, Profesionalitas Panitia dan Juri Dipertanyakan!
Panitia dan Dewan Juri Dinilai tidak Profesional, Publik Pertanyakan Penilaian Festival Tong Tong se-Madura 2026
Perbankan di Sumenep Didorong Perkuat Modal Usaha dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah
‎Parade Teater Tutup Pekan Seni Madura X, Suguhkan Refleksi Lingkungan, Mimpi, dan Masa Depan Teknologi
Daul Phuser Bhumih Siap Guncang Karnaval Akbar Madrasah Miftahul Khair di Pamekasan

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Bupati Sumenep Ziarah ke Asta Tinggi, Kenang Jasa dan Perjuangan Para Raja

Senin, 21 September 2026 - 15:30 WIB

Wabup Sumenep: MEC Bukan Sekadar Karnaval, Tapi Wadah Menjaga Budaya Madura

Senin, 7 September 2026 - 22:08 WIB

Panitia Festival Tong-Tong Dinilai Tak Profesional, Citra Pemkab dan Bupati Sumenep Ikut Tercoreng

Senin, 7 September 2026 - 14:28 WIB

Nilai Kategori Dekorasi Terbaik Festival Tong-Tong Sumenep Janggal, Profesionalitas Panitia dan Juri Dipertanyakan!

Minggu, 6 September 2026 - 12:00 WIB

Panitia dan Dewan Juri Dinilai tidak Profesional, Publik Pertanyakan Penilaian Festival Tong Tong se-Madura 2026

Berita Terbaru