Menu MBG Bau Lolos ke Meja Siswa, SPPG Talang Yayasan Syita Ananta Didesak Bertanggung Jawab

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 11 April 2026 - 22:55 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatim Kita – Gelombang protes keras meledak dari wali murid dan guru terhadap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan oleh SPPG Talang di bawah Yayasan Syita Ananta, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep. Keluhan ini kini berkembang menjadi tudingan serius: dugaan pelanggaran terhadap Petunjuk Teknis (Juknis) resmi pemerintah.

Sejumlah wali murid mengungkapkan bahwa anak-anak mereka menerima makanan dalam kondisi mencurigakan bakso berbau basi dan sayur yang mengeluarkan aroma tidak sedap.

“Anak saya bilang baksonya bau, tidak seperti biasanya. Bahkan tidak dimakan karena takut sakit perut,” ungkap salah satu wali murid dengan nada kesal, Sabtu (11/4/2026).

Baca Juga :  Penelitian ACCESS Ungkap Efektivitas Program Makan Bergizi Gratis bagi Anak di Pamekasan

Wali murid dan guru kini secara terbuka menodong pihak SPPG Talang Yayasan Syita Ananta untuk memberikan penjelasan dan pertanggungjawaban.

“Ini bukan lagi soal rasa, ini soal kelayakan. Kalau makanan sudah bau tapi tetap dibagikan, berarti ada yang salah secara sistem. Ini bukan lalai, ini pelanggaran,” ujar wali murid dengan nada tinggi.

Fakta bahwa makanan diduga tidak layak konsumsi dinilai masuk kategori pelanggaran serius karena menyangkut keselamatan penerima manfaat.

Baca Juga :  Festival Kucing Busok Raas 2025 Siap Gebrak Panggung Nasional

“Jangan Jadikan Anak Kami Korban!, menu ini layaknya jadi pakan ayam” tegasnya.

Nada protes semakin keras. Wali murid menilai kondisi ini sudah tidak bisa ditoleransi.

“Jangan jadikan anak kami korban. Ini makanan untuk siswa, bukan untuk diuji coba. Kalau sudah bau, itu berbahaya,” tegas salah satu wali murid.

Keluhan tersebut diperkuat oleh guru yang menyaksikan langsung kondisi makanan sebelum dikonsumsi siswa.

Berita Terkait

MBG Berulat di SDN II Paberasan, SPPG Kolor 1 Diduga Lalai Penuhi Standar Keamanan Pangan
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Buka Poli Urologi, Peserta BPJS Kini Bisa Mendapatkan Layanan Spesialis
Kemerdekaan Bukan Sekadar Seremoni, RSUD Sumenep Prioritaskan Pelayanan Kesehatan Humanis
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Jalani Survei Akreditasi KARS, Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pelayanan
Penelitian ACCESS Ungkap Efektivitas Program Makan Bergizi Gratis bagi Anak di Pamekasan
Dugaan Siswa Keracunan MBG SPPG Syita Ananta Disangkal Tanpa Rekam Medis, Puskesmas Saronggi Diserang Kritik
Ramadhan Penuh Makna, Driver Ambulance dan Relawan Sumenep Bagikan 120 Takjil dan Gelar Buka Bersama 
RS Baghraf Health Care Resmi Layani BPJS Kesehatan, Akses Layanan Warga Sumenep Kian Luas

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:57 WIB

MBG Berulat di SDN II Paberasan, SPPG Kolor 1 Diduga Lalai Penuhi Standar Keamanan Pangan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:10 WIB

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Buka Poli Urologi, Peserta BPJS Kini Bisa Mendapatkan Layanan Spesialis

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:31 WIB

Kemerdekaan Bukan Sekadar Seremoni, RSUD Sumenep Prioritaskan Pelayanan Kesehatan Humanis

Selasa, 28 Juli 2026 - 06:07 WIB

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Jalani Survei Akreditasi KARS, Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pelayanan

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:37 WIB

Penelitian ACCESS Ungkap Efektivitas Program Makan Bergizi Gratis bagi Anak di Pamekasan

Berita Terbaru