DPP APSI: Pers Harus Jadi Penjaga Akal Sehat Publik di Tengah Anomali Penegakan Hukum

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 9 Februari 2026 - 10:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (DPP APSI), Sulaisi Abdurrazaq, menegaskan pentingnya peran strategis pers sebagai penjaga akal sehat publik di tengah maraknya anomali penegakan hukum di Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan Sulaisi dalam momentum Hari Pers Nasional (HPN) sebagai refleksi kritis atas kondisi penegakan hukum yang dinilai kerap memunculkan keganjilan, ketidakkonsistenan, hingga melukai rasa keadilan masyarakat.

Menurutnya, ketika proses hukum yang dijalankan Aparat Penegak Hukum (APH) terasa janggal dan menjauh dari logika keadilan, pers tidak boleh terjebak menjadi corong seremonial atau sekadar pengulang rilis resmi.

Baca Juga :  Satresnarkoba Polres Sumenep Bongkar Peredaran 100 Gram Sabu di Dasuk

“Pers harus berdiri sebagai harapan publik. Di tengah anomali penegakan hukum, pers memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk menjaga kewarasan demokrasi,” tegas Sulaisi, Senin (9/2/2026).

Ia menguraikan sejumlah peran utama yang harus dipegang teguh oleh insan pers. Pertama, membongkar anomali penegakan hukum. Pers dituntut tidak apatis terhadap peristiwa hukum yang bertentangan dengan rasa keadilan publik. Setiap penyimpangan dari asas hukum harus diungkap secara tajam, kritis, berbasis data, dan berkelanjutan.

Baca Juga :  BPP Dasuk Kawal Rakor Swasembada Pangan, Bulog Siap Serap Gabah Perdana Petani

Kedua, menjaga jarak dari kekuasaan. Di tengah kondisi hukum yang rentan ditarik ke dalam kepentingan politik dan modal, pers wajib menjaga independensi. Tanpa kemerdekaan pers, hukum berpotensi berubah menjadi alat kekuasaan, bukan sarana menghadirkan keadilan.

Ketiga, menghidupkan nurani publik. Pers tidak cukup hanya menyampaikan langkah APH atau memuat putusan pengadilan, tetapi juga harus menyoal sebab anomali penegakan hukum terus terjadi serta menganalisis dampaknya bagi masa depan hukum, masyarakat kecil, dan kehidupan berbangsa serta bernegara.

Berita Terkait

Reuni Alumni MA A 2007 Bata-Bata di Pamekasan, Haul Masyayikh Jadi Perekat Kebersamaan
Keluarga Besar IWO Sumenep Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Tiga Ormas Madas Gelar Halalbihalal Sekaligus Launching Bamus Madura
Pererat Kebersamaan Ramadan, SDN Cenlecen 2 Pakong Gelar Buka Puasa Bersama Guru dan Siswa
SMSI Sumenep dan Ar-Raudah Computer Berbagi 500 Takjil untuk Warga Binaan Rutan Klas IIB
Puncak HPSN 2026 DLH Sumenep Gelar Aksi Bersih dan Penanaman Pohon di Jalan Lingkar Timur
Spektakuler! Ribuan Peserta Ikuti JJS HUT ke-3 KanalNews.id 
UKM Sanggar Lentera Sabet Dua Penghargaan Ormawa Awards Dies Natalis ke-41 UPI Sumenep

Berita Terkait

Rabu, 25 Maret 2026 - 20:43 WIB

Reuni Alumni MA A 2007 Bata-Bata di Pamekasan, Haul Masyayikh Jadi Perekat Kebersamaan

Jumat, 20 Maret 2026 - 22:25 WIB

Keluarga Besar IWO Sumenep Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Sabtu, 14 Maret 2026 - 15:55 WIB

Tiga Ormas Madas Gelar Halalbihalal Sekaligus Launching Bamus Madura

Jumat, 13 Maret 2026 - 18:41 WIB

Pererat Kebersamaan Ramadan, SDN Cenlecen 2 Pakong Gelar Buka Puasa Bersama Guru dan Siswa

Sabtu, 28 Februari 2026 - 17:05 WIB

SMSI Sumenep dan Ar-Raudah Computer Berbagi 500 Takjil untuk Warga Binaan Rutan Klas IIB

Berita Terbaru