Ketua Kelompok KKN UA Posko 58, Ubaidillah, mengatakan penerapan teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dalam kegiatan pertanian.
“Teknik ini akan mendukung efisiensi kinerja pertanian,” ujar Ubaidillah.
Sementara itu, Kepala Unit Petani Assalam, Abdul Gaffar, menyambut positif program yang digagas mahasiswa KKN UA tersebut. Menurutnya, inovasi akuaponik tidak hanya berpotensi mengembangkan produksi pertanian, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar.
Karena itu, program tersebut juga diarahkan untuk melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) di sekitar lokasi. Kegiatan tersebut mencakup pelatihan pembuatan sistem akuaponik, penguatan wawasan pertanian, serta pemahaman mengenai penggunaan pupuk dan dampaknya terhadap kondisi lahan maupun pertumbuhan tanaman.
Petani Assalam merupakan salah satu unit usaha Koppontren Annuqayah yang bergerak di bidang pertanian dan peternakan. Saat ini, unit tersebut mengembangkan sekitar 10 varietas tanaman hortikultura, budidaya lele hingga puluhan ribu ekor, serta sekitar 1.000 ekor bebek.
Hasil produksi Unit Petani Assalam selama ini menjadi salah satu sumber pasokan komoditas sayuran, lele, dan bebek bagi sejumlah warung lokal serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Annuqayah.
Pengembangan selada melalui akuaponik dinilai memiliki peluang ekonomi yang cukup menjanjikan. Pasalnya, kebutuhan selada di wilayah Sumenep terus berkembang seiring bertambahnya warung dan gerai UMKM yang menggunakan komoditas tersebut, termasuk kebutuhan dari SPPG yang melayani sekolah-sekolah.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










