“Peringatan hari jadi ini harus menjadi kesempatan bagi kita untuk merefleksikan perjalanan panjang pemerintahan dan perjuangan para leluhur dalam membangun Sumenep,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum Hari Jadi ke-757 sebagai penguat persatuan, kebersamaan, dan semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurutnya, kemajuan Sumenep harus tetap berpijak pada nilai-nilai budaya, tradisi, serta kearifan lokal yang selama ini menjadi karakter dan kekuatan masyarakat.
Ia mengingatkan agar perkembangan zaman dan pembangunan tidak membuat masyarakat kehilangan jati diri maupun melupakan sejarah daerahnya sendiri.
“Jangan sampai kemajuan pembangunan membuat kita melupakan akar sejarah dan budaya sendiri. Justru warisan leluhur harus terus dijaga dan dirawat karena menjadi identitas sekaligus kekuatan masyarakat Sumenep,” tegasnya.
Achmad Fauzi menambahkan, perjalanan panjang Kabupaten Sumenep tidak dapat dilepaskan dari peran para raja dan tokoh terdahulu yang telah membangun fondasi kehidupan pemerintahan, sosial, dan kebudayaan.
Oleh sebab itu, Haul Raja-Raja Madura diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk meneruskan nilai-nilai positif yang diwariskan para pendahulu.
“Peringatan Hari Jadi ke-757 ini bukan hanya untuk mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi landasan dalam menatap masa depan Sumenep melalui kebersamaan dan pembangunan yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Halaman : 1 2










