“Harapan saya, kegiatan-kegiatan seperti ini dapat ditingkatkan di masa yang akan datang, sehingga guru-guru non-PNS yang ada di kepulauan bisa meng-update ilmu pengetahuan,” katanya.
Syamsul berharap program peningkatan kompetensi guru dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar tenaga pendidik di wilayah kepulauan memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan metode pembelajaran.
Sementara itu, Tenaga Ahli Bupati Sumenep, Prof. Mohammad Ali Al-Humaidy, memandang program tersebut sebagai bentuk kepedulian dunia usaha yang patut diapresiasi dan didukung bersama.
Menurutnya, kemitraan antara SKK Migas, KEI, masyarakat, sekolah, dan lembaga sosial memiliki peran strategis dalam mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Ia berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi juga memberikan dampak berkelanjutan bagi pendidikan, perekonomian, dan hubungan sosial masyarakat kepulauan.
Dari perspektif akademisi, dosen Universitas PGRI (UPI) Sumenep, Syaiful Bahri, menilai materi pelatihan, khususnya digitalisasi pembelajaran, relevan dengan kebutuhan guru dalam menghadapi perkembangan teknologi pendidikan.
Ia mengapresiasi antusiasme peserta maupun panitia selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, pelatihan semacam ini menjadi ruang pembelajaran yang bermanfaat bagi guru untuk mengembangkan kemampuan dan menyesuaikan diri dengan perubahan pola pembelajaran.
“Saya sebagai akademisi mengucapkan terima kasih. Ini acara yang benar-benar bagus, dan pesertanya, para guru dan panitia, benar-benar antusias,” ungkapnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










