”Pers membutuhkan keterbukaan informasi, sementara kepolisian juga membutuhkan media sebagai mitra dalam menyampaikan informasi yang edukatif dan mencerdaskan masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, kemitraan antara pers dan kepolisian harus dibangun dengan tetap menghormati independensi pers serta profesionalisme masing-masing pihak.
”Pers tetap merdeka dalam menjalankan fungsi jurnalistik, sementara kemitraan tetap dibangun dalam semangat profesionalisme dan kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Dewan Penasihat IWO Kabupaten Sumenep, H. Hairul Anwar, M.T., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai HUT ke-14 IWO harus menjadi momentum untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus meningkatkan profesionalisme wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.
”Pers mempunyai posisi penting dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, kebebasan pers harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi,” ujarnya.
Menurutnya, wartawan tidak hanya dituntut mampu menyajikan informasi secara cepat, tetapi juga harus mengedepankan akurasi, keberimbangan, verifikasi, dan kepentingan publik.
Ia berharap keberadaan IWO Kabupaten Sumenep semakin memberikan kontribusi positif dalam pembangunan daerah melalui produk jurnalistik yang kritis, konstruktif, edukatif, dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Kapolresta Sumenep Kombes Pol Ariek Indra Sentanu menilai media memiliki peran strategis dalam membantu kepolisian menjaga situasi Kamtibmas di Kabupaten Sumenep.
Menurutnya, pemberitaan yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat sekaligus membantu mencegah munculnya informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










