Atas kejadian yang dialaminya, Habib menyatakan akan melaporkan persoalan tersebut kepada pihak penegak hukum. Langkah itu ditempuh agar kejadian tersebut mendapat perhatian serius, sekaligus memastikan pihak yang bertanggung jawab dapat dimintai keterangan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Saya berencana melaporkan kejadian ini kepada pihak penegak hukum. Saya ingin persoalan ini ditindaklanjuti secara serius agar jelas siapa yang bertanggung jawab atas pemasangan kabel yang membahayakan pengguna jalan. Jangan sampai ada korban berikutnya baru semua pihak bergerak,” tegasnya.
Habib juga mendesak pengusaha atau penyedia layanan WiFi yang bertanggung jawab atas kabel tersebut agar segera melakukan perbaikan dan memastikan tidak ada lagi jaringan yang membahayakan pengguna jalan.
Ia turut meminta instansi terkait turun tangan untuk mengevaluasi pemasangan kabel jaringan di lokasi tersebut, termasuk memeriksa aspek perizinan, penempatan kabel, serta pemenuhan standar keselamatan yang berlaku.
Menurutnya, kepentingan bisnis tidak boleh mengesampingkan keselamatan masyarakat. Infrastruktur jaringan internet yang dipasang di ruang publik harus dikelola secara bertanggung jawab agar tidak menimbulkan risiko bagi pengguna jalan.
Hingga berita ini disusun, keterangan resmi dari pihak pengusaha atau penyedia layanan WiFi yang bertanggung jawab atas kabel tersebut belum diperoleh. Jatim Kita masih membuka ruang konfirmasi dan hak jawab bagi pihak terkait mengenai kejadian tersebut, termasuk langkah penanganan yang akan dilakukan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










