SUMENEP, Jatimkita.id – Pencapaian swasembada pangan dinilai semakin kuat, terutama berdasarkan catatan Luas Tambah Tanam (LTT) yang dihimpun para penyuluh pertanian di berbagai wilayah Indonesia. Data tersebut perlu diperkuat melalui capaian serapan gabah oleh lembaga pemerintah yang menjamin ketersediaan beras nasional, dalam hal ini Bulog. Karena itu, penetapan angka minimal serapan gabah menjadi hal yang wajar dalam mendukung stabilitas pangan.
Untuk mempermudah proses serapan gabah di lapangan, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Dasuk menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Swasembada Pangan di BPP Dasuk, Senin (9/2/2026). Rakor dihadiri para ketua Gapoktan desa se-Kecamatan Dasuk serta pihak terkait, termasuk Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Tim Produksi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep Fafriyanto, SE., Asisten Manajer Pengadaan Komoditas Bulog Cabang Madura Yhoga Rizaldhi, serta Ketua Tim Kerja (Katimker) Penyuluh Pertanian Kabupaten Sumenep Dewo Ringgih, S.P., M.P.
Fafriyanto menekankan pentingnya kolaborasi dalam pendataan sektor pertanian agar data yang dimiliki BPS selaras dengan lembaga terkait. Menurutnya, keterlibatan BPS dalam setiap proses pendataan sangat diperlukan, baik untuk kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang.
Sementara itu, Yhoga Rizaldhi memaparkan teknis serapan gabah, khususnya Gabah Kering Panen (GKP). Sesuai ketentuan pemerintah, harga GKP yang diserap Bulog ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram. Ia juga memastikan petani tidak perlu repot mengangkut hasil panen, karena Bulog siap menjemput langsung ke lokasi panen.
Halaman : 1 2 Selanjutnya









