Sementara itu, technical meeting akan dilaksanakan pada 20 Oktober 2026 di Ayoka Cafe. Seluruh peserta diharapkan mengikuti pertemuan tersebut guna memahami aturan dan teknis perlombaan.
Dalam pelaksanaannya, setiap grup diwajibkan membawakan satu lagu shalawat serta menampilkan jingle bertema “Dhuana Reng Toa (DRT)”. Durasi penampilan dibatasi maksimal 15 menit, termasuk pemeriksaan suara (sound check). Peserta juga wajib membawa peralatan sendiri sesuai ketentuan panitia.
Panitia menegaskan bahwa seluruh peserta harus mematuhi aturan yang telah ditetapkan, sedangkan keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
Melalui kegiatan ini, DRT Gemar Bersholawat berharap Festival Banjari Al-Habsyi tidak sekadar menjadi ajang perebutan piala dan hadiah, tetapi juga menjadi sarana syiar Islam, pengembangan bakat, serta penguatan tradisi shalawat di kalangan generasi muda.
Imam pun mengajak seluruh kelompok banjari di Kabupaten Sumenep untuk mengambil bagian dalam kegiatan tersebut dan menjadikan momentum Hari Santri Nasional 2026 sebagai kesempatan mempererat persaudaraan melalui seni dan lantunan shalawat.
Dengan kuota peserta yang terbatas, kelompok banjari yang ingin berpartisipasi diimbau segera mendaftarkan diri sebelum batas akhir pendaftaran pada 19 Oktober 2026.










