Menurut Bupati, kegiatan kreatif seperti ini memiliki nilai positif karena dapat menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus mendorong tumbuhnya potensi anak.
“Selain menjadi ajang perlombaan, kegiatan ini juga mengenalkan ikon daerah kepada anak-anak sejak dini,” ungkapnya.
Kompetisi tersebut memperebutkan Piala Bunda Literasi Sumenep. Pelaksanaannya diharapkan mampu mendorong minat belajar, kreativitas, serta kecintaan generasi muda terhadap daerah melalui pendekatan yang sesuai dengan usia mereka.
Sebelum Bupati hadir meninjau peserta, kegiatan lomba dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Moh. Tayyib.
Ketua panitia penyelenggara, M. Syamsul Arifin, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada penentuan pemenang. Lebih dari itu, lomba dirancang sebagai wadah bagi anak-anak untuk melatih kreativitas, mengembangkan imajinasi, serta membangun kepercayaan diri.
Pemilihan Tugu Keris sebagai objek mewarnai juga memiliki tujuan edukatif, yakni memperkenalkan salah satu ikon daerah kepada generasi muda dengan cara yang menarik dan mudah dipahami.
Melalui kegiatan tersebut, LAKONALAKONE Sumenep berharap anak-anak semakin terdorong untuk mengembangkan bakat dan kemampuan yang dimiliki.
Peringatan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep pun diharapkan tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga kesempatan untuk menghadirkan kegiatan edukatif yang mendukung tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus daerah.
Halaman : 1 2










